Irans-Bushehr-nuclear-power-plant_6Teheran, LiputanIslam.com — Iran dan Rusia sepakat untuk membangun 2 tambahan reaktor nuklir di kota pelabuhan Bushehr.

Jubir badan atom Iran (AEOI), Behrouz Kamalvandi, mengatakan hari Rabu (12/3) bahwa kedua negara telah berhasil mencapai kesepakatan setelah dilakukannya perundingan-perundingan antara para pejabat AEOI dengan Nikolai Spassky, pimpinan BUMN Nuklir Rusia Rosatom State Atomic Energy Corporation, di Teheran.

Kamalvandi mengatakan bahwa kesepakatan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan tahun 1992 antara kedua negara untuk meningkatkan kerjasama nuklir. Di bawah kesepakatan tersebut, fasilitas-fasilitas nuklir baru akan dibangun tidak jauh dari reaktor pertama di Bushehr dan setiap unit reaktor akan menghasilkan minimal 1.000 megawatt listrik.

Ia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut akan ditandatangani oleh Direktur AEOI Ali Akbar Salehi dan Dirut Rosatom Sergei Kiriyenko. Menurut Kamalvandi, kedua fihak juga akan membicarakan tentang ketentuan-ketentuan teknis dan bisnis dalam perjanjian tersebut.

Setelah penandatanganan kesepakatan tahun 1992, pada tahun 1995 Iran dan Rusia sepakat membangun reaktor nuklir Bushehr, namun realisasinya tertunda beberapa kali akibat masalah teknis dan pembiayaan.

Rektor tersebut akhirnya resmi beroperasi bulan September 2011 dengan kapasitas produksi 40% dari kapasitas maksimalnya. Pembangkit listrik tenaga nuklir dengan kapasitas  1.000 megawatt itu baru beroperasi penuh pada bulan Agustus 2012.

Pada bulan September 2013, Iran secara resmi mengambil alih operasional reaktor tersebut dari tenaga ahli Rusia.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL