Tehran,LiputanIslam.com—Gubernur Bank Pusat Iran mengungkap rencana untuk tidak menggunakan dolar saat melakukan perdagangan minyak dan gas dengan Irak. Rencana ini diungkapkan saat Abdulnaser Hemmati, Gubernur Bank Iran, mengadakan pertemuan di Baghdad pada Kamis kemarin (7/2) dengan Presiden Bank Irak, para anggota kamar dagang Irak, dan para pengusaha negara-negara arab.

Dalam pertemuan tersebut mereka berencana untuk mengganti alat tukar perdagangan yang sebelumnya dolar menjadi euro atau dinar. Selain itu, bank kedua negara antara Irak dan Iran sepakat untuk memperkuat hubungan perbankan antara kedua negara.

“Berdasarkan atas persetujuan itu, para eksporter Iran harus bisa melanjutkan aktivitas perdagangannya melalui bank-bank di Irak, dan bank Iran juga bisa membuka akun dinar di bank Irak,” jelas Hemmati.

Pada akhir 2018 kemarin, masing-masing bank sepakat untuk melakukan transaksi berdasarkan mata uang negara masing-masing.

Menlu Irak, Mohammed al-Hakim telah menegaskan bahwa negaranya tidak bisa memutuskan perdagangan dengan Iran seperti yang diinginkan oleh Amerika. Ia mengatakan bahwa nilai perdagangan antara Iran dan Irak mencapai $12 milyar. (fd/Tasnim)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*