perundingan iran-asLausanne, LiputanIslam.com — Delegasi Iran dan AS mengakhiri pembicaraan tentang program nuklir Iran di Lausanne, Swiss, Selasa (17/3), dan akan melanjutkannya lagi hari ini (Rabu, 18/3).

Pembicaraan hari Selasa kemarin ditujukan untuk mendekatkan jurang perbedaan tentang isu-isu penting terkait dengan program nuklir Iran dan diharapkan jurang perbedaan itu bisa diselesaikan dalam pertemuan hari ini. Demikian Press TV melaporkan.

Delegasi Iran terdiri dari Menlu Mohammad Javad Zarif, Ketua Badan Energi Nuklir Iran Ali Akbar Salehi, Wakil Menlu Abbas Araqchi dan Majid Takht-e Ravanchi, serta staff khusus kepresidenan Hossein Fereidoun.

Sementara itu delegasi AS dipimpin oleh Menlu John Kerry, dengan anggota di antaranya Menteri Energi Ernest Moniz, dan Deputi Menlu Wendy Sherman.

Deputi Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Helga Schmid, juga hadir dalam pertemuan yang menjadi bagian dari perundingan antara Iran dengan negara-negara P5+1 (AS, Inggris, Perancis, Rusia, Cina dan Jerman) itu.

Pada hari Selasa Ali Akbar Salehi mengatakan bahwa sekitar 90 persen perbedaan seputar isu teknis telah berhasil diselesaikan. Press TV menyebut hal ini sebagai tanda-tanda besar dari keberhasilan diplomasi Iran dalam mempertahankan program nuklirnya di hadapan negara-negara berpengaruh di dunia.

“Kami telah meraih kesepahaman tentang isu-isu penting, hanya tinggal satu isu yang sangat penting,” kata Salehi kepada televisi Iran.

Hasil akhir perundingan tentang program nuklir Iran ini dijadwalkan sudah bisa ditandatangani pada bulan Juli mendatang, setelah sebelumnya mengalami kegagalan memenuhi jadwal sebanyak dua kali sejak bulan November 2013, ketika kedua pihak (Iran dan P5+1) mencapai kesepakatan sementara.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*