ashton jawariWina, LiputanIslam.com — Iran dikabarkan telah mengalihkan bahan baku nuklir yang berpotensi untuk diproses menjadi senjata nuklir, ke bentuk lain yang tidak berbahaya. Demikian pernyataan badan atom internasional (IAEA).

Seperti dilaporkan BBC, Senin (21/7), komitmen Iran untuk mengalihkan cadangan bahan baku nuklir yang berbahaya merupakan tanda positif bahwa pemerintah Iran tidak menginginkan terjadinya kegagalan perundingan nuklir Iran.

Laporan terbaru IAEA yang bermarkas di Wina, Austria itu juga menyebutkan bahwa Iran akan menjalankan beberapa komitmen lainnya.

Iran dan negara-negara besar dunia yang tergabung dengan kelompok P5+1 (AS, Inggris, Perancis, Rusia, Cina dan Jerman) tengah dalam proses perundingan untuk menyelesaikan masalah program nuklir Iran yang dikhatirkan akan digunakan Iran untuk membuat senjata. Ketika tercapai kesepakatan sementara antara Iran dan P5+1 bulan November 2013 lalu, Iran memiliki lebih dari 200 kg uranium berkadar 20% yang merupakan bahan baku energi nuklir yang bisa diolah menjadi senjata nuklir.

Para ahli percaya, jumlah bahan baku yang dimiliki Iran itu telah cukup untuk membuat satu hulu ledak nuklir.

Perundingan selanjutnya program nuklir Iran antara Iran dengan P5+1 akan dilanjutkan kembali bulan September mendatang dengan batas waktu hingga 24 November untuk menghasilkan kesepakatan final.

Selama ini kedua pihak mengalami kegagalan untuk menetapkan kesepakatan jangka panjang untuk mencegah Iran membuat senjata nuklir, hal yang membuat Iran mendapatkan sanksi ekonomi dari negara-negara barat.

Dalam pernyataan bersama antara Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton dan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif, disebutkan: “Masih ada beberapa perbedaan besar dalam beberapa isu yang akan membutuhkan lebih banyak waktu dan usaha.”

Kesepakatan program nuklir Iran berarti juga pembatalan seluruh sanksi ekonomi yang diterima Iran.

Selama ini Iran berdalih bahwa program nuklir mereka ditujukan untuk keperluan damai.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL