iraq armyBaghdad, liputanislam.com — Tentara dan polisi Irak yang dibantu milisi-milisi Suni pendukung pemerintah melancarakan serangan besar-besaran ke 2 kota utama Provinsi Anbar, Ramadi dan Fallujah, hari Sabtu (1/2). Setidaknya 50 militan pemberontak tewas dan sejumlah besar senjata berhasil direbut oleh aparat keamanan Irak.

Operasi militer yang melibatkan pesawat tempur dan artileri berat tersebut merupakan operasi militer terbesar dalam beberapa minggu terakhir pertempuran di Anbar, untuk merebut kembali sebagian wilayah Ramadi dan seluruh wilayah Fallujah yang dikuasai pemberontak.

Pemberontak sebagian besar berasal dari kelompok teroris terkait Al Qaida, Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL), ditambah beberapa kelompok militan lainnya.

Sementara itu 4 orang dikabarkan tewas akibat serangan bom mobil yang terjadi di Baghdad. Sebuah serangan bom lainnya terjadi di sebuah pos penjagaan militer di utara Baghdad menewaskan seorang tentara. Sedangkan serangan bom di Tuz Khurmatu dan Samarra menewaskan 3 orang.

Serangan-serangan bom yang dilancarkan militan anti-pemerintah telah menewaskan lebih dari 1000 orang selama bulan Januari lalu.

Pertempuran di Provinsi Anbar pecah setelah aparat keamanan menghancurkan kamp demonstran anti-pemerintah di Ramadi akhir Desember 2013 lalu, yang dituduh pemerintah telah berubah menjadi markas gerakan Al Qaida. Aksi tersebut mengundang protes keras anggota-anggota parlemen dari kubu oposisi yang bersimpati terhadap aksi demonstrasi menentang pemerintah dan memaksa pemerintah menarik pasukannya dari Ramadi dan Fallujah. Namun penarikan tersebut berhasil dimanfaatkan para anggota militan untuk menguasai kedua kota tersebut.

Menurut laporan badan urusan pengungsi PBB UNHCR), lebih dari 140.000 orang telah terusir dari kampung halamannya selama terjadinya konflik di Anbar.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL