Baghdad,LiputanIslam.com—Irak dan Iran menekankan perlunya kerjasama antara dua negara untuk mencegah meletusnya perang yang dapat mengguncang stabilitas di kawasan Timur Tengah.

“Pertemuan yang berlangsung antara menlu Iran, M. Javad Zarif, dengan PM Irak, Adil Abdul-Mahdi, pada Sabtu kemarin (25/5) membahas masalah perkembang terkini di kawasan, khususnya terkait dengan persutujuan nuklir Iran,” seperti ditulis oleh Presstv.

Keduanya membahas persetujuan yang dikenal dengan JCPOA dan meyakini bahwa persetujuan itu harus dipertahankan demi menghadapi pengunduran sepihak Amerika Serikat.

Baik Abdul-Mahdi maupun Zarif sama-sama menekankan bahwa sanksi AS terhadap Iran telah berdampak pada Irak dan Iran. Mereka mengingatkan konflik militer antara kedua negara akan menjangkau seluruh kawasan Timur Tengah.

Baca: Iran Akan Hempaskan Militer AS dengan Senjata Rahasia

Atas dasar itu, keduanya menyepakati perlunya kerjasama keamanan antara Iran dan Irak untuk mendinginkan ketegangan serta meningkatkan stabilitas kawasan.

Pemerintah Trump telah meningkatkan tekanan terhadap Iran pasca mundurnya AS dari persetujuan nuklir yang telah disepakati oleh negara-negara penguasa dunia pada 2015. Tak hanya itu, Gedung Putih juga memperketat sanksi ekonomi atas Iran serta mencantumkan Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) ke dalam daftar kelompok teroris. (fd/Presstv)

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*