darren wilsonSt Louis, LiputanIslam.com — Polisi penembak remaja kulit hitam di Ferguson, Missouri, Darren Wilson,  akhirnya mengundurkan diri sebagai polisi setelah dirinya menjadi perhatian publik akibat insiden itu.

Seperti dilansir BBC News, Sabtu (29/11) petang, pengacara Wilson, Bruntrager, mengatakan kliennya telah meninggalkan tugasnya sejak penembakan tanggal 9 Agustus lalu. Ia tidak menyebutkan lebih rinci mengenai pengunduran itu termasuk alasannya, namun berjanji akan mengumumkannya segera.

Beberapa media lokal menyebut alasan pengunduran itu adalah keamanan. St Louis Post-Dispatch menyebutkan kantor polisi setempat telah menerima berbagai ancaman jika Wilson tetap bekerja di sana.

“Saya mendapatkan informasi bahwa pekerjaan saya bisa menempatkan warga dan para anggota kepolisian di kota Ferguson dalam bahaya, dan ini adalah situasi yang tidak bisa saya biarkan,” tulis Wilson dalam surat pengunduran dirinya, sebagaimana diklaim St Louis Post-Dispatch.

Surat itu disebutkan dikirimkan sebelum juri membebaskannya dari tuntutan hukum, hari Senin (24/11) lalu.

“Saya sebenarnya masih ingin bekerja sebagai polisi, namun keamanan rekan-rekan saya dan masyarakat jauh lebih penting dari saya. Saya berharap dengan pengunduran diri saya ini keadaan menjadi baik kembali,” tambah Wilson.

Sejauh ini kepolisian setempat belum berkomentar tentang berita pengunduran diri ini.

Hari Selasa (25/11), atau sehari setelah dibebaskan dari tuntutan oleh pengadilan Ferguson, Wilson dalam wawancara dengan televisi ABC mengaku telah melakukan tindakan yang benar saat menembak Michael Brown. Ia mengaku telah mengalami aksi kekerasan yang dilakukan Brown saat hendak menghentikan Brown untuk dimintai keterangan.

“Saya seperti anak usia 5 tahun yang menghadapi Hulk Hogan (pegulat profesional terkenal),” katanya.

Keterangan ini sama dengan keterangan polisi dan bukti-bukti yang diajukan ke pengadilan sehingga juri pun membebaskannya.

Saksi Kunci Dikabarkan Terbunuh
Sementara itu DeAndre Joshua, saksi kunci dalam insiden tersebut ditemukan tewas secara misterius, sehari setelah pengadilan membebaskan Wilson, Selasa (25/11). Spekulasi pun muncul bahwa ia dibunuh terkait dengan kesaksian itu.

Sebagaimana dilaporkan wartawan Infowars Paul Joseph Watson di situs media independen Prisonplanet, Rabu (26/11), Joshua ditemukan tewas Selasa pagi di dalam mobilnya yang terparkir di dekat sebuah apartemen, 2 blok dari tempat insiden penembakan yang menewaskan Brown.

Menurut informasi seorang warga kepada Paul, 4 orang telah merencanakan pembunuhan terhadap Joshua pada Senin malam, atau tidak lama setelah pengumuman pembebasan Wilson.

New York Daily News melaporkan bahwa keluarga Joshua meyakini kematian tersebut terkait dengan kasus penembakan Michael Brown yang membebaskan Wilson dari tuntutan.

Joshua, remaja kulit hitam berusia 20 tahun, digambarkan sebagai “anak baik” yang tidak memiliki catatan kejahatan, dan memiliki pekerjaan tetap.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL