Charlottesville,LiputanIslam.com Setidaknya sebanyak tiga orang tewas dan 20 lainnya terluka dalam demo nasionalis putih yang bentrok dengan demo anti-rasis di di Charlottesville, Virginia beberapa waktu lalu.

Bentrokan yang telah menarik perhatian dunia ini juga membuat Presiden AS Donald Trump memberikan kecaman atas tindak kebencian di negaranya itu.

Dalam pidatonya, Trump mengecam “secara keras tindakan mengerikan atas kebencian, kefanatikan (bigotry), dan kejahatan di berbagai sisi.”

Dia juga mengatakan, “Kita harus menghormati satu sama lain, secara ideal kita harus mencintai satu sama lain.”

Namun, aktivis HAM Afrika-Amerika malah mengkritisi Trump karena sama sekali tidak menyebutkan supremasi nasionalis putih di pernyataannya tersebut. Malah, sejumlah anggota kabinet Trump, termasuk pejabat tinggi Gedung Putih Steven Bannon, sudah dikenal sebagai nasionalis putih.

Juru Bicara Gedung Putih, Paul Ryan sendiri sudah mengecam nasionalis putih sebagai pandangan yang “menjijikkan,” dan meminta rakyat Amerika bersatu melawan “kefanatikan kotor ini.”

Mantan pemimpin Ku Klux Klan,  David Duke, adalah salah satu partisipan demo nasionalis putih di Charlottesville. Ia mengatakan, kegiatan tersebut merepresentasikan janji-janji Amerika-sentris Presiden Trump.

“Ini merepresentasikan perubahan besar atas rakyat negara ini. Kita ingin negara kita kembali, kita akan memenuhi janji Donald Trump…. itulah mengapa kami memilih Donald Trump, karena dia bilang dia akan mengambil negara kita kembali…” ujar Duke. (ra/presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL