Foto: antara jatim

Foto: antara jatim

Surabaya, LiputanIslam.com — Mahasiswa Program Kekhususan Teknik Manufaktur Fakultas Teknik Universitas Surabaya, Chandra Sudono Halim, menciptakan alat untuk mengubah gas buang dari knalpot sepeda motor menjadi energi yang bisa digunakan men-charging telepon genggam (HP).

“Awalnya, wajah saya sering diterpa gas buang dari sepeda motor orang di depan saya yang knalpot-nya ditinggikan, lalu saya berpikir bahwa gas buang sepeda motor bisa dijadikan energi alternatif,” kata mahasiswa kelahiran Tarakan, Kalimantan Timur pada 5 Januari 1994 itu di kampus setempat, Rabu.

Bahkan, alat ciptaannya yang dinamai “Electric Emission Mobile Charger (E2MC)” itu meraih medali emas untuk kategori inovasi dalam “International Invention Inovation and Design” (3ID) di Universiti Teknologi Mara (UiTM) di Segamat, Johor, Malaysia pada 20 Agustus 2014.

“Ide dari pengalaman pribadi itu akhirnya saya wujudkan dalam Mata Kuliah Desain Produk I dan II. Gas sisa pembakaran kendaraan bermotor yang menyimpan potensi tekanan angin itu bisa menghasilkan energi listrik dengan bantuan komponen tertentu,” kata anak bungsu dari enam bersaudara itu.

Dalam praktiknya, tekanan angin dari gas buang sepeda motor itu diarahkan pada baling-baling mirip kipas angin yang dipasang pada badan knalpot dengan kerangka sebagai penyangga, lalu perputaran baling-baling yang mirip generator itu diubah menjadi energi listrik oleh alat stabilisator.

“Baling-baling plastik itu saya ambil dari baling-baling CPU komputer yang sudah tak terpakai, kemudian baling-baling E2MC yang berputar itu menghasilkan arus listrik yang terhubung dengan stabilisator yang saya ciptakan dari komponen tertentu untuk menyimpan energi listrik yang dihasilnya,” katanya.

Selanjutnya, energi yang dihasilkan itu langsung dihubungkan dengan “power bank” yang bisa dipakai untuk “charge” HP. “Alat stabilisator dan ‘power bank’ itu saya masukkan dalam jok motor, sehingga energi listrik bisa diproduksi sambil mengemudikan kendaraan. Hasilnya bisa mencapai 5 volt bila “spedometer” pada sepeda motor sudah menunjukkan kecepatan 20 kilometer/jam,” katanya. (ph/antarajatim)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL