Jet tempur F-15 buatan AS

Jet tempur F-15 buatan AS

Washington, LiputanIslam.com–Serangan koalisi Arab Saudi, negara-negara Teluk, dan Israel terhadap Yaman menguak profil militer yang dimiliki rezim Al Saud. Segera setelah Arab Saudi mulai membombardir Yaman, para pejabat AS telah mengatakan mereka akan memberikan bantuan intelijen dan logistik kepada Saudi. Namun kenyataannya, selama ini militer Saudi telah dilengkapi oleh senjata canggih buatan Amerika bernilai miliaran dollar.

Laporan Kongres AS menyebutkan, antara Oktober 2010 hingga Oktober 2014, Washington dan Riyadh telah menyepakati perjanjian jual-beli senjata senilai lebih dari 90 miliar dollar, mulai dari pesawat perang hingga kendaraan militer, disertai misil canggih dan bom.

Pejabat Saudi hari Rabu (25/3) menyatakan mereka telah mengerahkan 100 jet tempur ke Yaman untuk memaksa milisi Houthi mundur dari Sanaa. Banyak di antara jet tempur itu berjenis F-15SA, konfigurasi dari F-15E Strike Eagle buatan AS yang digunakan Angkatan Udara AS untuk terbang di Irak dan Suriah dalam operasi pengejaran ISIS.

Saudi juga membeli 84 jet tempur F-15SA yang baru, dan 70 pesawat upgrade dari jenis F-15S, lengkap dengan ribuan unit bom di dalam pesawat-pesawat itu. Selain itu Saudi membeli helikopter penyerang Apache jenis 36 AH-64D, helikopter Black Hawk jenis 72 UH-60M, 36 helikopter serangan ringan jenis AH-6i, dan 12 helikopter turbin ringan MD-530F kepada Saudi. Total uang yang dihabiskan Saudi untuk semua itu adalah 60 miliar dollar. Saudi juga membeli alat indera malam (night-vision equipment), Howitzers, Humvees, dan misil TOW.

Kongres AS pun mengakui mesranya hubungan AS dan Arab Saudi.

“Arab Saudi memiliki ikatan yang kuat di bidang pertahanan dan keamanan dengan AS, yang dilandasi oleh program training jangka panjang dan penjualan senjata bernilai tinggi, serta kerjasama infrastruktur keamanan dan inisiatif anti-terorisme. Ikatan ini akan sulit dan merugikan juga diputuskan, atau digantikan,” demikian ditulis dalam Laporan Kongres AS. (fa/washingtonpost)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL