Pesawat Amfibi Be-200 Milik Rusia

Pesawat Amfibi Be-200 Milik Rusia

Jakarta, LiputanIslam.com–Lima negara sahabat telah terjun langsung membantu Indonesia dalam proses evakuasi korban AirAsia QZ8501, yaitu Australia, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Rusia. Apa saja yang telah mereka lakukan sejauh ini?

Pada hari Jumat (2/1/2015), pesawat P-3 C Orion KN-01 milik Korea Selatan berhasil menemukan enam jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata. Setelah menyusuri lokasi pencarian selama lebih dari dua jam, tim evakuasi menemukan tiga jenazah dalam keadaan duduk dalam satu barisan kursi.

“Pada pukul 11.58 WIB mereka berhasil menemukan tiga jenazah duduk di kursi dalam satu baris (row) pada koordinat 03.52.34.S dan 110.29.50.E,” demikian disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara Marsekal Pertama TNI Hadi Tjahjanto dalam pernyataan tertulis, seperti dikutip Kompas.

Hadi mengatakan, pencarian dilakukan pada ketinggian 300 kaki atau 100 meter di atas permukaan laut. Kemudian pada pukul 12.31 hingga 13.00 WIB, awak pesawat kembali menemukan tiga jenazah lainnya di lokasi yang tidak jauh dari lokasi penemuan tiga jenazah sebelumnya.

“Setiap penemuan korban segera disampaikan lewat radio di samping melempar suar penanda posisi setiap korban untuk dievakuasi oleh KRI 357 Bung Tomo yang juga mengatur kapal lain,” kata Hadi.

Hadi mengatakan, satuan tugas pesawat P-3C Orion Korsel ini dibawah pimpinan Mission Commander Colonel Yoon Kiheui, dengan Captain Pilot Mayor Lee Jung Bong dan Captain Song Yong Hoon, serta Copilot Captain Jang Woo Yong dan Captain Lee Gyu Yoon.

Tim Korsel juga melibatkan personil perwira penerbang CN-295 TNI Angkatan Udara Mayor Pnb Trinanda Hasan dari Skadron Udara 2 Halim yang bertindak selaku observer sekaligus  penerjemah.

Pada hari yang sama, Jumat (2/1/2015), kapal perang milik Amerika Serikat, USS Sampson telah berhasil menemukan 12 jenazah penumpang pesawat itu. Seluruh jenazah itu kini telah diserahkan ke posko SAR Pangkalan Bun.

Proses pengiriman jenazah tersebut dilakukan dalam tiga tahap dengan menggunakan helikopter Seahawk yang berada di kapal tersebut.

Penyerahan pertama dilakukan sekitar pukul 13.10 WIB. Dalam penyerahan ini, Seahawk mengangkut empat jenazah dan sebuah benda yang terbungkus dengan alumunium foil. Pengangkutan jenazah tahap kedua adalah empat jenazah, dilakukan sekitar pukul 15.45. Sedangkan pengangkutan tahap ketiga dilakukan sekitar puku 17.30 WIB,  untuk mengantar empat jenazah.

Sementara itu, Rusia datang dengan pesawat‎ ‎Beriev Be-200 dan IL-76, yang memiliki teknologi canggih dan bisa mendarat di permukaan laut. Pesawat ini bisa lepas landas dari atas permukaan air karena bagian bawah badan pesawat dibuat seperti lambung kapal laut, sementara mesin penggerak terletak di bagian atas sayap sehingga tidak tersentuh oleh air. Dalam pesawat tersebut, terdapat peralatan canggih untuk menuntaskan misi pencarian pesawat AirAsia QZ8501. Rusia juga mendatangkan 72 personel handal, 22 di antaranya penyelam yang mampu menyusuri dasar laut.

Pesawat Be-200 mendarat di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalteng, Sabtu (3/1/2014) selama sekitar 1 jam. Menurut laporan Detikcom, pesawat itu membawa 12 orang penyelam dan peralatan dalam kotak-kotak besar. Kedua belas penyelam itu bergabung dengan tim Basarnas, sementara pesawat Be-200 kembali ke Jakarta.

Rencananya, para kru Rusia yang membantu misi pencarian AirAsia ini akan segera menuju lokasi jatuhnya pesawat setelah ada koordinasi dengan Basarnas. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*