alzheimerJakarta, LiputanIslam.com–Dr. Taruna Ikrar, Ph.D, ilmuwan asal Indonesia, berhasil melakukan terobosan baru dalam upaya pengobatan atas penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer adalah penurunan kemampuan mengingat yang progresif. Serangan penyakit Alzheimer ditandai dengan kehilangan daya pikir secara bertahap dan akhirnya dapat menjadi cacat mental total. Gejala awal alzheimer adalah mudah lupa pada hal-hal yang sering dilakukan dan hal-hal baru. Penderita juga mengalami disorientasi waktu dan mengalami kesulitan berpikir yang kompleks seperti matematika atau aktivitas organisasi.

“Alzheimer berat ditandai dengan kehilangan daya ingat yang progresif sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, disorientasi tempat, orang dan waktu, serta mengalami masalah dalam perawatan diri, seperti lupa mengganti pakaian,” kata Taruna, sebagaimana dikutip rmol.com (14/12/13).

Taruna juga menjelaskan bahwa penyebab utama alzheimer adalah proses degeneratif, yaitu sel-sel otak mengalami degradasi, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Resiko alzheimer meningkat seiring dengan pertambahan usia. Dalam gambaran otak, ditemukan perubahan struktur dimana otak terlihat mengerut, yang dipenuhi dengan sedimen protein yang disebut amiloid dan serat-serat neuro fibrillary.

“Berdasarkan gejala, ditemukan fakta bahwa alzheimer disebabkan oleh kerusakan vascular, peradangan otak, aterosklerosis, penurunan atau hipoperfusi otak akibat stroke,” tambahnya.

Dalam ilmu penyakit saraf, sebelum hingga fase 20 tahun terakhir, para ahli masih berpikir bahwa semua system tubuh kita dapat mengalami regenerasi, kecuali sel-sel otak, atau neuron. Namun Taruna Ikrar yang bekerja di University of California, Irvine, menemukan bahwa ada proses regenerasi yang berlanjut secara kontinyu di otak, yang terjadi dalam fase kehidupan seseorang. Penemuan ini yang dilakukan pada mamalia hidup, dengan menggunakan metode: focal x-irradiation of hippocampus, Voltage Sensitive Dye Imaging (VSDI) of evoked neural activity, voltage sensitive dye imaging of evoked neural activity, retroviral vectors, virus preparation and injections, immunohistochemistry, imaging physiology.

“Penemuan ini menjadi dasar penyakit alzheimer dan kelainan degeneratif otak lainnya. Selama ini dalam pengobatan alzheimer hanya dilakukan secara simptomatik (atau menghilangkan gejala) berupa perubahan pola hidup, serta diperkuat oleh beberapa obat-obatan kimia, seperti Donepezil dan Rivastigmine. Namun belum bisa mengobati penyakit alzheimer secara kausal dan mendasar. Sebab, alzheimer merupakan penyakit degeratif, sehingga pengobatannya seharusnya secara kausal dalam upaya merangsang tumbuhnya atau proses perbaharuan sel-sel otak yang mengalami kerusakan,” jelas Taruna.

Dia juga menjelaskan bahwa harapan masa depan pengobatan alzheimer, harus dilakukan secara mendasar, yaitu berupa neuroreplacement (penggantian sel-sel saraf yang rusak), sehingga kerusakan akibat degenerasi sel-sel saraf dapat dicegah bahkan diperbaiki. Teknik ini dimungkinkan, atas prinsip temuan Taruna berupa pembuktian proses regenerasi otak, khususnya di daerah otak tengah dipusat Hipocampus yang dalam istilah ilmu saraf disebut Dentate Gyrus.

Sehingga kedepan, pada daerah ini terjadi proses regenerasi sel-sel otak secara terus menerus. Jika proses teknik isolasi dan pemeliharaan serta pengembangbiakan Neural Stem cells (NSCs). Bisa dilanjutkan transplantasikan kedalam otak manusia yang menderita penyakit Alzheimer. Maka, teknik replacement atau penggantian sel-sel otak dapat dicegah dan digantikan. Maka, tidak mustahil dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi berbagai kelaianan otak akibat proses kerusakan (degeneratif) sel-sel otak akan bisa diobati.

Penemuan Dr. Taruna Ikrar telah dipublikasikan di jurnal Frontiers of Neural Circuit yang terbit pada 10 Desember 2013 dengan judul “Adult Neurogenesis Modifies Excitability of The Dentate Gyrus.(dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL