foto: nu.or.id

Habib Luthfi dan para ulama mancanegara (foto: nu.or.id)

Pekalongan, LiputanIslam.com– Konferensi Internasional Ulama Thariqah bertajuk “Bela Negara”, Rais Aam Jam’iyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN), Habib Luthfi bin Yahya berpesan bahwa membela negara harus dilakukan oleh seluruh elemen bangsa. Konferensi yang digelar di Pekalongan, Jawa Tengah, 27-29 Juli 2016 itu diikuti oleh 65 ulama dari berbagai negara dan para ulama nasional. Sebelumnya, digelar Pawai dan Kirab  Bela Negara pada Senin (25/7/2016) dengan peserta mencapai ribuan orang.

Dalam acara malam ta’aruf, Selasa (26/7) di Gedung Khanzus Shalawat Pekalongan sebelum pembukaan, Habib Luthfi menyatakan bahwa penyebab sebuah bangsa mudah dipecah belah adalah karena ruh dari bangsa tersebut sudah meluntur. Karena sudah meluntur, bangsa tersebut tidak mempunyai pijakan kokoh dalam memahami identitasnya sendiri sehingga mudah diprovokasi.
“Saya sedikit mempelajari bahwa mudahnya sebuah bangsa dipecah belah karena ruh bangsa tersebut sudah luntur,” tegas Habib Luthfi, seperti dikutip NU Online.
Dia menjelaskan kepada seluruh ulama dan masyarakat yang hadir bahwa pemuda tetap memiliki peran penting dalam memperkokoh bangsa dan negara. Sebab itu para pemuda Indonesia harus memahami akan bangsa dan negaranya dengan wawasan kebangsaan secara menyeluruh.
“Jika para pemuda sudah tumbuh akan kecintaannya kepada bangsa dan negara, maka bangsa ini tidak akan mudah dipecah belah,” tutur Habib Luthfi.
Dalam acara tersebut, Menhan Riyamizard Riyacudu tampak hadir, bersama para ulama nasional seperti KH Maimoen Zubair, KH Saifuddin Amsir, KH. Soleh Qasim Sidoarjo, KH. Ali Mas’adi Mojokerto, Habib Zain bin Smith Jakarta, dan KH Abdul Jalil Wonosobo. (dw/nuonline)
DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL