Hasyim MuzadiJakarta, LiputanIslam.com–Sejak munculnya pernyataan Menteri Riset dan Teknologi, M. Nasir, terkait isu Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT), masalah ini terus bergulir. Komunitas LGBT bernama  Intersex dan Queer Indonesia bahkan telah menggugat sejumlah pejabat negara, antara lain Menristek, Mendikbud Anies Baswedan, dan Walikota Bandung Ridwan Kamil.

“Kami meminta Presiden RI Joko Widodo menindak tegas Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Menteri Pendidikan, Wali Kota Bandung, dan beberapa anggota DPR yang memuat rasa kebencian kepada LGBT,” ujar Slamet, juru bicara komunitas LGBT di Gedung LBH Jakarta, Rabu, 27 Januari 2016.

KH Hasyim Muzadi, ulama senior Nahdlatul Ulama, pun akhirnya angkat bicara. KH Hasyim menyatakan, polemik sekitar penyelesaian permasalahan LGBT, tidak bisa diselesaikan melalui pendekatan hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi. Menurut Hasyim, pada hakikatnya LGBT merupakan kelainan seksual dalam perilaku kehidupan seseorang, sehingga bisa saja terjadi di bidang atau aspek yang lain. (Baca: LGBT dalam Pandangan Islam oleh KH Said Aqil Siradj)

“Maka pendekatan yang benar adalah prevensi dan rehabilitasi, sehingga seseorang bisa kembali normal,” kata KH Hasyim, seperti dikutip Republika, Ahad (31/1).

KH Hasyim menjelaskan, pencegahan (prevensi) dapat dilakukan sejak masa kanak-kanak sebagai penangkalan dini, apabila terdapat gejala-gejala kelainan seksual dengan cara psikoterapi, penyadaran dan latihan-latihan. Berbagai cara tersebut wajib dilakukan kepada anak-anak, sebagai upaya agar kelainan perilaku seks itu tidak berkembang di dalam diri mereka.

Proses rehabilitasi dinilai sangat perlu untuk dilakukan kepada mereka yang sudah terlanjur menjadi bagian, pelaku atau memiliki perilaku dari kelainan tersebut. Hasyim menegaskan kalau sesulit apapun situasi dan kondisi, proses rehabilitasi harus dilakukan agar jumlah pelaku maupun perilaku LGBT tidak membesar dan berkembang.

Meski begitu, KH Hasyim menekankan agar masyarakat tidak menjauhi, apalagi mengucilkan para pelaku LGBT secara diskriminatif.  KH Hasyim menilai tindakan menjauhi dan mengucilkan akan memperburuk keadaan, karena sesungguhnya mereka tidak menyukai kelainan yang ada di diri mereka. (dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL