rismaJakarta, LiputanIslam.com–Pemerintah Jawa Timur telah melakukan sejumlah langkah cepat sebagai tanggapan atas kenaikan BBM. Pemerintah Provinsi akan menambah jatah raskin. Sementara pemerintah kota Surabaya mempersiapkan subsidi untuk angkutan kota (angkot).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi sebesar Rp 2.000 memang memukul sektor transportasi. Karena itu, dia akan memberikan subsidi kepada angkot agar tarif tidak naik.

“Untuk sektor rentan, sudah saya siapkan bantuan subsidi BBM,” kata Risma seperti dikutip Tempo (20/11).

Nantinya, kata Risma, pemerintah Surabaya akan memberikan bantuan BBM kepada angkutan kota sembari mempersiapkan pembangunan angkutan massal berupa trem dan monorel. Risma juga mengatakan sudah memberikan subsidi BBM rutin kepada para nelayan. Subsidi tersebut sebesar 50 persen dari kebutuhan bahan bakar yang dipakai nelayan untuk melaut.

Pemprov Jawa Timur Tambah Raskin

Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana menambah frekuensi pembagian jatah beras bagi warga miskin setiap tahun.

“Saya sedang ajukan agar  pembagian raskin ditambah dua kali menjadi 15 kali dalam setahun,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur Hadi Prasetyo, (19/11).

Kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi diyakini tak hanya berdampak naiknya harga bahan pokok. Jumlah warga miskin dikhawatirkan juga bakal bertambah karena naiknya garis kemiskinan. “Berarti jumlah orang yang ada pada posisi itu akan sedikit meningkat,” ujar Hadi.

Dampak lanjutanya ialah penurunan produktivitas sektor riil. Ujungnya, pendapatan tenaga kerja ikut menurun. “Padahal sektor penggerak ekonomi Jawa Timur masih didominasi sektor konsumsi,” katanya. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL