seragam-tni-al-ilustrasi-_121211205155-603Jakarta, LiputanIslam.com — 2 Anggota TNI AL dibunuh oleh nelayan Thailand saat sedang melakukan patroli di perairan Anambas, Kepulauan Riau. Hingga hari ini, 2 jasad itu belum ditemukan. Berikut kronologinya yang dirangkum dari Bangkok Post edisi 4 April 2014 serta keterangan TNI AL:

8 Maret 2014 Malam

Menurut Kapuspen Mabes TNI Mayjend Fuad Basya saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (4/4) saat itu anggota TNI AL sedang berpatroli di perairan Anambas memergoki Kapal Nelayan Thailand yang sedang melakukan illegal fishing.

Kapal patroli pun menyuruh nelayan untuk di bawa ke pos milik TNI AL. Tetapi tiba-tiba ada perlawanan dari para nelayan. Nelayan Thailand pun menyekap dua anggota TNI AL Indonesia dan berakhir dengan pembunuhan.

Menurut Bangkok Post, kedua anggota TNI AL yang diketahui bernama Serma Alfriansyah dan Edi, dan dibunuh dengan cara dipukul palu, kemudian ditikam hingga tewas. Jasadnya kemudian dibuang ke laut. Nama kapal nelayan Thailand diketahui adalah Sor Nattaya 7, dan pembunuhan itu terjadi saat kapal menuju pos TNI.

13 Maret 2014

Kapal pukat harimau itu kembali ke perairan Thailand sebelum sandar di dermaga belakang Koh Nu, di Songkhla. Kemudian polisi mendapati kapal ini dicat ulang dan ditemukan pistol yang diyakini milik Serma Alfriansyah.

15 Maret 2014

Kepolisian Thailand mulai melakukan penyelidikan kasus ini dengan meminta bantuan pada KBRI di Bangkok.

25 Maret 2014

Pengadilan Kota Songkhla mengeluarkan perintah penahanan 12 kru kapal Sor Nattaya 7.

28 Maret 2014

3 tersangka yakni Sripai Suwannaprapha, Sorasit So-in dan Suriwong Chuehom, ditangkap.

3 April 2014

Kepolisian Thailand menahan 6 tersangka lagi awak kapal saat bekerja di atas kapal pukat harimau di peraian Provinsi Narathiwat dan Malaysia. Palu dan pisau yang digunakan untuk membunuh juga disita.

Keenam tersangka awak kapal itu yakni: Lampian Kanthee (42), Suthi Kiriphob (40), Solae Pandika (36), Nudda Kum-eaid (41), Chum Yodwongsa (36), dan Dang Kanmunee (51).

Deputi Kepala Kepolisian Thailand Letjen Pol Chaktip Chaijinda mengatakan 3 dari 12 tersangka sudah ditahan akhir Maret 2014 lalu. Sedangkan tersangka yang baru ditahan mengaku terlibat pembunuhan, namun pembunuhan itu diperintahkan oleh kapten kapal.

4 April 2014

Kapuspen TNI Mayjend Fuad Basya mengatakan, hingga saat ini pihak kepolisian Thailand sudah menetapkan beberapa tersangka. Dia menambahkan pihak Thailand juga akan mengusut kasus ini dengan tuntas dan senantiasa untuk bekerjasama dengan TNI AL Indonesia.

“Iya infonya itu (penetapan tersangka) dan Thailand juga menyatakan akan membantu kita untuk menemukan jenazah,” ujarnya.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko sudah mengerahkan jajarannya untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Sedang dalam penyelidikan lebih lanjut dan kita masih cari tahu ada apa sebenarnya,” ujar Moeldoko di Gedung Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (4/4).(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL