panggung yang disiapkan untuk Jokowi di Priok

panggung yang disiapkan untuk Jokowi di Priok

Jakarta, LiputanIslam.com–Entah apa alasan sesungguhnya penundaan pengumuman menteri oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu malam (22/10). Namun berbagai persiapan telah dilakukan pihak-pihak terkait di Terminal III, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II telah membangun panggung megah untuk digunakan Jokowi mengumumkan kabinetnya. Namun akhirnya panggung itu harus dibongkar tanpa sempat dimanfaatkan karena pada pukul 11 malam akan ada kapal yang bersandar.

Seperti dilaporkan Kompas, panggung untuk Jokowi itu berada nyaris di bibir dermaga. Panjangnya sekitar 50 meter, sementara tingginya tak sampai 20 sentimeter. Semua permukaannya dilapisi karpet tipis berwarna ungu.

Menurut penuturan wartawan Antara, di belakang panggung telah dipasang 18 lampu sorot warna-warni, ditambah 17 lampu sorot di kanan kiri panggung. Menurut informasi, secara total lampu sorot berkekuatan 80.000 Watt dipersiapkan untuk “acara kepresidenan” itu. Selain itu, 16 pengeras suara dipasang di kanan dan kiri panggung.

Sekitar seratus wartawan pun telah menunggu. Mereka sudah bersiap menyambut Jokowi sejak pukul 15.00 WIB. Awalnya, sang Presiden diagendakan tiba di lokasi tiga jam kemudian. Sepuluh meter dari depan panggung, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) memasang tali pembatas. Para juru warta, baik cetak, online, maupun televisi diharuskan berdiri di belakang tali tersebut.

Tidak Ada Kepastian Informasi

“Secepatnya, secepatnya, secepatnya,” itulah jawaban Jokowi, dalam konferensi pers di halaman belakang Istana Kepresidenan pada Rabu pagi (22/10), saat ditanyai pengumuman kabinet.

Pada Rabu pagi yang sama, saat masih ada di rumah dinas gubernur DKI Jaya, Jokowi menyatakan, “Hari ini bisa, bisa siang atau sore hari ini, waktunya nanti akan kita beritahukan lagi nanti,” katanya, seperti dikutip Antara.

Sedangkan tempatnya, Jokowi mengatakan bisa di Tanjung Priok, Pluit ataupun Tanah Abang.

Kata “secepatnya” dan “secapatnya” pula diungkapkan Jokowi sejak malam dia dilantik, Senin, 20 Oktober lalu.

Akibat kata “secepatnya” itu diucapkan, para wartawan pun telah berjaga sejak Selasa pagi (21/10) pagi hingga tengah malam di Istana Kepresidenan. Itu malam pertama jurnalis berjaga, dan Rabu (22/10) merupakan hari kedua.

Namun Rabu sore, seolah sudah ada kepastian melihat seriusnya persiapan di pelabuhan Priok. Tiba-tiba, sekitar pukul 18.30 WIB, terdengar info bahwa Jokowi tak jadi datang. Lampu-lampu panggung pun segera dimatikan. Para wartawan tidak bisa menemukan orang yang bisa dikonfirmasi.

Petugas Biro Pers Istana Kepresidenan pun jadi sasaran. Ia terus ditanyai dan disorot kamera, tanpa mampu menjawab. Tangannya yang memegang tas terus berusaha menutupi wajah dari sorotan kamera. (dw)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL