RFWashington, LiputanIslam.com — Setelah Israel, kini negara pendukungnya, Amerika Serikat (AS)  mendapatkan kecaman dari aktivis kemanusiaan anti-perang, Richard Forer. Ia  menyatakan bahwa bantuan apapun yang diberikan Amerika Serikat ke Jalur Gaza, merupakan “uang darah” karena telah terbukti, AS terlibat dalam kejahatan yang dilakukan Israel.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS John Kerry, dalam lawatannya ke Kairo, Mesir,  ia menyatakan akan memberikan bantuan senilai  $ 47.000.000 untuk penduduk Palestina yang berada di Jalur Gaza yang terkepung. Bantuan itu, disalurkan melalui PBB sebesar $ 15 juta,  dan sisanya akan disalurkan melalui US Agency for International Development (USAID), yang  bertugas untuk memenuhi kebutuhan darurat warga Gaza.

Dalam wawancaranya dengan Press TV, 22 Juli 2014, Forer mengatakan bahwa Israel menyerang Gaza atas restu AS.

“Saya senang bahwa rakyat Gaza yang mendapatkan bantuan tapi $ 47.000.000 dari AS. Namun bagi saya, itu adalah “uang darah”. Maksud saya, Israel tidak mungkin akan menyerang Gaza, tanpa adanya restu dari AS,” ucap Forer.

“Faktanya lagi, AS telah membantu Israel dengan segala cara. AS memberikan senjata, juga dukungan moral bagi Israel untuk menyerang Gaza,” tambahnya.

Janji yang dilontarkan Kerry untuk mengucurkan dana kemanusiaan kepada penduduk Gaza tampak anomali, jika dibandingkan dengan fakta lain, bahwa AS bertahun-tahun lamanya memberikan bantuan militer kepada Israel. Sejak kesepakatan yang ditandatangani pada tahun 2007, sebesar $3 miliar uang pembayar pajak AS mengalir ke Israel setiap tahunnya – untuk mendanai militer Israel.

Bulan Maret lalu Amerika Serikat dan Israel kembali menandatangani perjanjian sebesar $ 429.000.000 yang berasal dari  uang pembayar pajak di Amerika yang  akan ditransfer langsung ke Israel  untuk mendanai sistem rudal Iron Dome.

“Saya pernah membaca bahwa lebih dari 50 persen dari persenjataan militer Israel berasal dari AS. Cukup jelas, bahwa Israel tidak bisa menyerang Gaza, hanya jika AS tidak memberikan izin. Israel, juga tidak akan mampu menyerang Gaza dan terus melakukan pendudukan – yang bersifat represif, brutal, kejam, dan sadis, tanpa adanya dukungan AS. Bukan hanya di Dewan Keamanan PBB, AS juga terus-terusan berusaha mempengaruhi opini dunia untuk mendukung Israel,” jelas Forer.

“Amerika Serikat terlebih dahulu  telah terlibat dengan Israel dalam melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, sebelum mereka menyediakan bantuan atas efek kejahatan perang. Ini munafik,” kata Forer.

Berbagai kecaman terhadap Israel telah bergema dari berbagai penjuru dunia. Jum’at terakhir bulan Ramadhan nanti, yang diperingati sebagai hari Al-Quds internasional – biasanya akan diwarnai aksi turun ke jalan sebagai bentuk solidaritas kepada Palestina, dan kecaman terhadap penjajahan. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL