Virginia, LiputanIslam.com–Kota Charlottesville, Virginia, AS, mengalami insiden mengerikan pada hari Sabtu lalu setelah kelompok nasionalis putih bentrok dengan demo anti-rasisme.

Seorang wanita kehilangn nyawa dan sekitar 20 orang terluka setelah sebuah mobil menabrak kumpulan demonstran anti-rasisme.

Pemimpin Virginia Terry McAuliffe secara terang-terangan mengecam demonstram sayap-kanan dan neo-Nazi dan meminat mereka untuk “pulang.”

Namun, President Donald Trump menjadi sorotan kritik dari publik karena sama sekali tidak menyebutkan supremasi kulit putih dalam pidatonya. Sang presiden hanya mengecam “kejahatan di banyak sisi” tanpa merujuk ke gerakan sayap-kanan.

Pengamat politik Wilmer Leon, dalam wawancara dengan Press TV, menjelaskan rasisme sebagai masalah historis dan mengakar di AS dan telah diperparah di bawah pemerintahan Presiden Trump.

“Hal ini tidak mengejutkan jika Anda mengerti retorika kebencian Donald Trump yang sukses dieksploitasi untuk menjadi presiden AS. Ini tidak mengejutkan jika Anda mengerti sejarah Amerika,” kata Leon.

“Anda bisa menonton pidato Donald Trump di Polandia di mana ia berbicara mengenai nilai-nilai nasionalis dan mengirim pesan kepada supremasis putih di negara ini tentang apa yang ia maksud untuk membuat Amerika berjaya kembali. Saya pernah menulis tentang betapa Donald Trump sebenarnya ingin membuat Amerika ‘putih’ kembali,” tambahnya. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL