Tiga kantong berisikan jenazah korban Air Asia QZ 8501 (foto: Antara)

Tiga kantong berisikan jenazah korban Air Asia QZ 8501 (foto: Antara)

Surabaya, LiputanIslam.com–Kematian para penumpang dan kru pesawat AirAsia QZ 8501 meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Mereka menuturkan firasat dan pesan terakhir dari orang-orang yang mereka cintai itu kepada media.

Marwin Sholeh (49) adalah seorang tabib pengobatan alternatif yang sering memberikan layanan pengobatan di sejumlah negara tujuan TKI, seperti Singapura, Hong Kong, dan Macau. Sebelum berangkat ke Singapura dengan menumpangi AirAsia QZ 8501, Marwin minta dipangku istrinya.

“Bapak sempat minta tidur di pangkuan saya. Dia juga berpesan agar nanti (sekembali dari Singapura) tidak usah dijemput. Padahal biasanya tidak begitu,” tutur istri Marwin, Winingsih (38).

Winingsih baru menyadari pesan terakhir itu setelah ia mendapat kabar musibah hilangnya pesawat AirAsia QZ 8501 yang ditumpangi oleh Marwin.

“Sebelumnya kami tidak menyadari adanya firasat tersebut,” imbuhnya, seperti dikutip Antaranews.com.

Sementara itu, penumpang bernama Yuni Indah, sempat menulis status di facebook-nya ‘dag-dig-dug’ padamalam sebelum berangkat.  Yuni berprofesi sebagai tenaga kerja wanita (TKW) dan menaiki pesawat nahas itu saat hendak kembali bekerja ke Singapura.

Menurut salah seorang kerabat Yuni, Sri Rahayuningsih, korban pulang ke kampung halamannya di Dusun Sumberagung, Kecamatan Balong, Ponorogo, selama sebulan.

“Dia pulang untuk cuti dan setelah cuti hendak kembali ke Singapura untuk kembali bekerja,” tuturnya, seperti dikutip okezone.com.

Susiyah (40), warga asal Kediri yang bekerja sebagai babysitter bagi majikannya, Martinus, asal Flores, juga meninggalkan pesan untuk anaknya. Susiyah pergi mendampingi keluarga majikannya yang akan berakhir tahun di Singapura.

Menurut anak Susiyah, Ade Risma Suryanti (18) ibunya pernah meninggalkan pesan melalui SMS, yang berisi ucapan bahwa bagimanapun kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya tidak akan putus. Cuplikan pesan itu sebagai balasan dari ucapan selamat yang diberikan Ade Risma pada Hari Ibu.

Kisah tentang Para Awak Pesawat

khairunnisaSalah satu awak QZ8501 Khairunnisa Haidar Fauzi pada 17 Desember 2014 mengutarakan perasaannya pada kekasihnya dengan menulis “I love you from 38,000ft” dalam selembar tisu yang kemudian ditempelkan di jendela pesawat dan difotonya kemudian diunggah ke akun Instagramnya. Pesan tersebut ditujukan Divo, pria yang selalu disebut-sebut dalam sejumlah pesan di akun sosial media miliknya.

Pada hari Minggu (28/12/2014), Khairunissa bertugas di pesawat AirAsia QZ8501. Dua menit sebelum hilang kontak, pilot pesawat meminta izin untuk menaikkan ketinggian ke 38.000 kaki. Saat itu, posisi pesawat ada di 32.000 kaki.

Sementara itu, pramugara AirAsia Oscar Desano, sempat memposting foto dan ucapan selamat ulang tahun kepada istrinya, Dessy Purbaningrum, Selasa, 16 Desember lalu. Seperti diberitakan vemale.com, dalam akun Path yang mentautkan ke twitternya @ochanky, Oscar mengucap beberapa doa untuk istrinya. Antara lain berbunyi, “aku mencintaimu sekarang dan kemudian, sampai hanya kematian yang memisahkan kita.”

Oscar menikahi Dessy Purbaningrum Susilo Putri  pada 13 Juni 2014 dan saat ini Dessy tengah hamil 6 bulan.

Kapten Pilot Air Asia QZ8501 Kapten Irianto sempat mengunggah foto dirinya yang mengenakan kacamata hitam di jejaring sosial Faebook. Ia mengedit fotonya dan menambahkan gambar petir dan tulisan “lightening”.

Menurut Antaranews.com, dalam foto tersebut, terlihat Kapten Irianto berada di dalam ruang kokpit pesawat. Ia memberi judul fotonya itu dengan kalimat “Musim Petir”. Saat ia mengunggah foto tersebut ia berada di Bandara Intenasional Clark, Filipina.

Agaknya foto itu juga merupakan firasat karena menuturu CEO Earth Network, Bob Marshall, di dekat lokasi menghilangnya QZ8501 memang terdeteksi petir dan badai yang besar.

Menurut Marshall, setiap pesawat bisa menghadapi hujan sangat lebat tapi badai dapat menyebabkan turbulensi yang berbahaya. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*