Hong Kong,LiputanIslam.comDua orang perempuan, kakak-adik, asal Arab Saudi dicegat oleh para diplomat kerajaan di Bandara Hong Kong, saat hendak pergi ke Australia. Dua orang wanita ini berusaha melarikan diri dari sesuatu yang mereka sebut “tekanan di rumah”.

Usai ditangkap oleh para diplomat kerajaan Saudi, dua orang wanita ini didampingi oleh pengacaranya, Michael Vidler, untuk menuntut keadilan.

“Para wanita pemberani, muda, dan cerdas ini hidup dalam ketakutan, dalam persembunyian dan dalam kesulitan hukum di Hong Kong, tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan mereka,” kata pengacara mereka, Michael Vidler, dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (21/2).

“Mereka berharap agar segera menemukan “tempat keselamatan” (negara ketiga) sesegera mungkin”, tambahnya.

Para wanita ini mengatakan kepada pengacara bahwa penerbangan mereka yang terhubung ke Australia dibatalkan dan para pejabat mencoba untuk memulangkan mereka kembali ke Riyadh.

Reuters mengonfirmasi kepada konsulat Saudi di Hong Kong, tetapi mereka enggan memberikan tanggapan.

“Kami melarikan diri dari rumah kami untuk memastikan keamanan kami,” kata wanita itu, yang identitasnya dirahasiakan.

“Kami berharap bahwa kami dapat diberikan suaka di negara yang mengakui hak-hak perempuan dan memperlakukan mereka secara setara. Kami bermimpi berada di tempat yang aman di mana kami bisa menjadi wanita muda normal, bebas dari kekerasan dan penindasan. ” ucapnya. (fd/RT)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*