keamanan parisLondon, LiputanIslam.com — Menyusul terjadinya serangan teror di Paris yang menewaskan lebih dari 100 orang, Jumat (13/11) lalu, Perdana Menteri David Cameron, hari Sabtu (14/11), mengatakan bahwa Inggris akan meninjau rencana keamanan setelah serangan itu. Menurutnya hal itu menjadi peringatan bahwa Inggris kini tengah menghadapi “ancaman yang sama”.

“Atas serangan tadi malam, kami tentu saja akan meninjau rencana kami dan memastikan mendapat pelajaran sesuai,” kata Cameron setelah sidang darurat kabinet di Downing Street, seperti dilansir Antara.

“Jelas bahwa ancaman dari ISIS berkembang. Serangan tadi malam menunjukkan tingkat baru dari perencanaan dan penggalangan serta napsu lebih besar untuk serangan dengan korban besar,” kata dia.

“Kami di Inggris menghadapi ancaman sama,” kata Cameron.

Ia juga memperingatkan bahwa Inggris harus memperkirakan jumlah korban di Paris terhadap warga Inggris.

Cameron mengutuk para penyerang sebagai pembunuh brutal dan tak berperasaan”, serta mengatakan,” kami akan melipatgandakan upaya dalam menghapus ideologi yang beracun dan ekstrimis ini.”

Inggris pernah menghadapi kontra-teror terbesar yang ada pada Juni, melibatkan seribu anggota polisi, pasukan khusus, ambulans dan pemadam kebakaran dalam simulasi serangan teroris.

Pelatihan itu diadakan tak lama setelah pembunuhan di resor Tunisia Sousse pada 26 Juni yang menewaskan 38 orang, 30 di antaranya adalah warga Inggris.

Selain itu, teror juga muncul menjelang peringatan ulang tahun ke-10, 7 Juli 2005, dan menyerang sistem transportasi London, yakni ketika empat pembom bunuh diri menewaskan 52 orang. Demikian laporan AFP.

Belgia keluarkan perintah buru buron internasional

Sementara itu Belgia mengeluarkan surat perintah penahanan internasional untuk seorang pria tersangka yang ambil bagian dalam serangan teror ke Paris bersama dua saudaranya, kata seorang sumber kejaksaan setempat seperti dikutip AFP dan dilansir Antara.

Beberapa sumber yang dekat dengan penyelidikan mengatakan mereka percaya bahwa tiga bersaudara itu terlibat dalam serangan Jumat malam pekan lalu yang menewaskan 129 orang itu.

Salah seorang tiga bersaudara itu lolos, seorang lagi ditahan di Belgia, sedangkan yang ketiga meledakkan dirinya sendiri di sebuah kafe di Boulevard Voltaire, Paris.

Polisi Prancis merilis sebuah foto tersangka yang mereka cari atas kaitannya dengan serangan itu. Pria ini berusia 26 tahun dan bernama Salah Abdeslam. Prancis menyebut pria ini “orang berbahaya”.

Pihak berwenang Belgia telah menahan tujuh orang untuk ditanyai perihal kaitan mereka dengan serangan bersenjata dan bom bunuh diri di ibu kota Paris itu. Para penyidik menemukan bukti bahwa dua kendaraan yang dioperasikan untuk serangan teror di Paris itu disewa di Belgia, kata para jaksa.

Sebelumnya sudah diumumkan bahwa polisi mengelurkan perintah penangkapan ketika mereka menggelar penggeledahan Sabtu pekan lalu di kawasan imigran miskin di Molenbeek, Belgia, yang sudah punya kaitan dengan komplotan teror di masa lalu.

Perdana Menteri Belgia Charles Michel berkata bahwa Molenbeek, yang dikenal sebagai basis radikalisasi, adalah “masalah raksasa”.

Sementara itu polisi Prancis menemukan sebuah mobil yang ditinggalkan begitu saja, dan berisi senapan serbu di pinggiran kota Paris.

Para saksi mata mengatakan mobil Seat warna hitam telah digunakan oleh salah satu dari tiga kelompok penyerang yang melancarkan serangan paling mematikan ke Prancis sejak Perang Dunia Kedua.

Satu mobil lagi ditemukian di dekat balai konser Bataclan di mana 89 orang terbunuh, demikian AFP.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL