s300_British_Embassy_plaqueTeheran, liputanislam.com — Inggris telah siap untuk membuka kembali kantor diplomatiknya di Iran setelah ditutup sejak tahun 2011. Demikian keterangan anggota komisi keamanan nasional dan kebijakan luar negeri parlemen Iran, Abbasali Mansouri Arani, dalam wawancara dengan kantor berita Iran IRNA, Sabtu (25/1).

Arani yang juga ketua kelompok persahabatan parlemen Iran-Inggris di Iran itu menyebutkan, “dalam pandangan kami, tidak ada halangan untuk membuka kembali kantor perwakilan di Teheran dan kami siap untuk membukanya kembali.” Menurut keterangannya ia telah bertemu dengan pejabat perwakilan non-residen (tidak menetap) Inggris di Iran untuk membicarakan hal itu.

Pada bulan Oktober 2013 Inggris dan Iran setuju pengangkatan pejabat perwakilan non-residen Inggris di Iran sebagai langkah awal pembukaan kembali kantor diplomatik Inggris di Iran. Hal itu merupakan kelanjutan dari pembicaraan antara menlu Inggris dan Iran di New York bulan September 2013. Selanjutnya pada bulan November tahun itu PM Inggris David Cameron mengadakan pembicaraan telepon dengan Presiden Iran Hassan Rouhani (menyusul pembicaraan telepon sebelumnya antara Rouhani dengan Barack Obama) yang salah satu pembicaraannya adalah pemulihan hubungan diplomatik kedua negara.

Hubungan Iran dan Inggris memburuk pada bulan November 2011 setelah Inggris menerapkan sanksi terhadap Bank Sentral Iran terkait program nuklir Iran. Pada tgl 27 November 2011 parlemen Iran menyetujui penurunan hubungan diplomatik kedua negara. Dua hari kemudian ribuan pelajar Iran melakukan aksi demonstrasi di depan kantor kedubes Inggris di Teheran yang diserti aksi penurunan bendera Inggris.

Akhirnya pada tgl 30 November 2011 Inggris secara resmi menutup kantor kedubesnya di Iran.

Kofi Annan dan Tokoh-tokoh Senior Dunia Berkunjung ke Iran

Mantan Sekjen PBB Kofi Annan dan beberapa pemimpin dunia senior berkunjung ke Iran hari Minggu kemarin (26/1). Mereka akan berada di Iran selama 3 hari dan bertemu beberapa pejabat penting Iran untuk membicarakan peran Iran dalam masyarakat internasional.

Annan datang dalam kapasitas sebagai pimpinan organisasi nirlaba “The Elders” yang beranggotakan para tokoh-tokoh dunia senior. Di antara anggota kelompok ini yang menyertai Annan ke Iran adalah mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari, tokoh agama Afrika Selatan dan penerima hadiah Nobel Desmond Tutu, serta mantan Presiden Mexico Ernesto Zedillo.

Dalam situs resmi organisasi ini disebutkan bahwa kunjungan Annan dan rekan-rekannya itu adalah untuk “mendorong dan meningkatkan semangat baru keterbukaan dan dialog antara Iran dan masyarakat internasional, dan untuk meningkatkan kerjasama dalam masalah-masalah regional”, serta untuk “mencari cara-cara damai untuk mengatasi konflik dan menghentikan perbedaan sektarian.”

“The Elders” didirikan oleh pemimpin Afrika Selatan Nelson Mandela pada tahun 2007. Dalam keterangannya Annan menyebutkan bahwa Iran dapat memainkan peran krusial untuk menjamin stabilitas di kawasan.

“Jika kita menginginkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah, adalah esensial bahwa Iran memainkan peran naturalnya di kawasan,” kata Annan.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL