London, LiputanIslam.com–Sebuah laporan terbaru mengungkapkan bahwa Inggris telah menggunakan lisensi rahasia untuk menyembunyikan jumlah ekspor senjata ke negara-negara berkonflik di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Menurut laporan Middle East Eye (MEE) berdasarkan data dari Campaign Against Arms Trade (CAAT), Inggris menggunakan lisensi non-transparan itu untuk menghindari kecaman publik dan menyembunyikan kuantitas dan nilai senjata yang dijual.

Ekspor senjata bernilai $8,3 miliar per tahun bagi ekonomi Inggris.

Dari data yang dikumpulkan, jumlah lisensi rahasia yang digunakan dalam ekspor senjata meningkat dari 189 ke 230 dari tahun 2013 sampai 2017. Sementara jumlah item senjata yang mendapat izin di bawah lisensi-lisensi ini meningkat dari 1.201 ke 4.315 item.

Arab Saudi merupakan pembeli terbesar senjata Inggris di bawah sistem lisensi ilegal ini.

Padahal, senjata yang dibeli oleh Saudi digunakan dalam invasi ke Yaman dan telah menyebabkan 14.000 orang tewas.

Negara-negara lain yang mengimpor senjata dari Inggris di bawah lisensi rahasia ini adalah United Arab Emirates, Turki, Oman, Kuwait, Qatar, Israel, Egypt, Yordania, Bahrain, Algeria dan Irak.

“Peningkatan penggunaan lisensi ini seharusnya membuah semua orang khawatir. Itu memperlihatkan bahwa pemerintah ingin membuat industri tidak jujur menjadi semakin tertutup dan rahasia,” kata juru bicara CAAT, Andrew Smith. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL