cameron hagueLondon, LiputanIslam.com — Menlu Inggris William Hague adalah salah satu pejabat tinggi yang tersingkir dari jabatannya dalam kebijakan reshuffle yang dilakukan PM David Cameron, Senin (14/7).

Selain itu Hague juga harus meninggalkan kursinya sebagai anggota parlemen tahun 2015 mendatang setelah mendudukinya selama 26 tahun mewakili wilayah Richmond, Yorkshire.

Kantor berita BBC melaporkan, pejabat senior lainnya yang tersingkir dari jabatannya akibat reshuffle adalah senator senior Ken Clarke. Clarke yang menjadi anggota parlemen sejak tahun 1970-an merupakan seorang menteri tanpa jabatan portfolio. Ia pernah menduduki jabatan kabinet sejak pemerintahan Margaret Thatcher dan John Major.

Selain itu Menteri Urusan Wales David Jones juga termasuk yang tersingkir dari jabatannya yang baru dipegang selama 2 tahun.

David Cameron dalam pernyataannya mengatakan, “William Hague menjadi panutan bagi Partai Konservatif selama satu generasi, memimpin partai dan melayani 2 pemerintahan.”

Cameron juga menyebutnya sebagai orang kepercayaan, penasihat yang bijaksana dan teman yang menyenangkan.

Untuk selanjutnya Hague akan menjabat sebagai ketua parlemen Majelis Rendah (House of Common) dengan misi memuluskan jalan bagi Partai Konservatif menjelang pemilu mendatang.

Selain pejabat-pejabat tersebut di atas, beberapa menteri yang tersingkir adalah menteri urusan universitas David Willetts, menteri urusan civil society Nick Hurd, menteri pembangunan internasional Alan Duncan, menteri urusan Irlandia Utara Andrew Robathan, dan menteri urusan kebijakan Damian Green.

Sampai saat ini penggati pejabat-pejabat tersebut belum diumumkan, namun diperkirakan Cameron akan memasukkan lebih banyak wanita dalam jajaran kabinetnya.

Hari ini (15/7) Cameron membatalkan rapat kabinet, diduga demi menyusun kabinet selengkapnya.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL