London, LiputanIslam.com—Kerjasama senjata antara pemerintah Inggris dengan Arab Saudi, yang menyebabkan terjadinya genosida di Yaman, memperlihatkan tendensi Inggris untuk mendukung rezim-rezim totaliter di seluruh dunia. Demikian analisis dari Dr. Rodney Shakespeare, dosen universitas di London.

Berdasarkan surat dari Menteri Keamanan Michael Fallon untuk Member Perlemen Konservatif Philip Hollobone, Inggris pernah mengekspor 500 bom dan mesiu ke Arab Saudi pada tahun 1980-an yang kemudian digunakan Saudi untuk berperang di Yaman.

Sejauh ini, setidaknya 11.400 penduduk  Yaman terbunuh dalam agresi Saudi yang dimulai pada bulan Maret 2015.

“Inggris bermain dalam bisnis yang menjijikkan dan mendukung rezim paling brutal di dunia,” ujar Shakespeare kepada kantor berita Press TV pada Rabu (11/01/2017).

London telah menjadi salah satu penyuplai senjata terbesar untuk Riyadh selama 40 tahun.

Pada November lalu, Inggris sempat menolak telepon dari dua komite perlemen dan organisasi HAM yang meminta penghentian penjualan senjata ke Arab Saudi.

“Bisnis ini terus berlanjut karena Inggris berkomplot dengan rezim-rezim yang menekan segala bentuk demokrasi di Timur Tengah.” ungkap Shakespeare. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL