Tehran, LiputanIslam.com—Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei memperingatkan terkait plot yang dilakukan Inggris terhadap Iran dan seluruh negara-negara Timur Tengah, yaitu plot memecah-belah.

Merespon pernyataan Khomeini ini, analis politik dari Beirut, Ibrahim Mousawi, menilai Inggris dan Barat secara keseluruhan memang memiliki rencana terselubung untuk menghancurkan Timur Tengah dan Afrika Utara dengan memaksa negara-negara tersebut menggunakan sistem imperialistik.

Kekuatan barat, menurut Mousawi, memiliki bagan rencana untuk membuat rezim-rezim di Timur Tengah dapat “diatur.” Mereka juga tidak peduli dengan pelanggaran prinsip-prinsip demokrasi dan hak kemanusiaan di Timteng, terutama di Arab Saudi, Qatar, dan Bahrain.

Mousawi menilai, beberapa pemerintah Barat mendukung kelompok teroris ISIS untuk meruntuhkan Suriah dan menjadikannya kawasan perang agar plot mereka tercapai. Seain itu, Barat juga tidak menghentikan agresi militer Arab Saudi terhadap Yaman dan kejahatan kemanusiaan di Bahrain.

“Kami (orang Arab dan Muslim) di dunia ini telah diinjak-injak oleh pemerintah Barat. Mereka mempersiapkan skema dan plot untuk memecah belah negara-negara ini dan mengadu domba penduduknya satu sama lain,” kata Mousawi..

Mousawi meminta para pemimpin dan penduduk Timur Tengah untuk berdiri bersama-sama melawan konspirasi oleh kekuatan Barat.

Meskipun begitu, Richard Millet, analis politik dan jurnalis dari London, menolak pernyataan bahwa “Inggris ingin memecah belah Timur Tengah.” Ia mengklaim, Inggris, seperti halnya negara-negara Barat yang lain, mencoba “membawa perdamaian di kawasan tersebut,” namun gagal.

Namun, ia menilai sah-sah saja memecah beberapa negara menjadi kawasan lebih kecil, karena “lebih mudah diatur dan diperintah.” (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL