London, LiputanIslam.com—Kasus perbudakan modern di Inggris meningkat sebanyak 27% selama setahun terakhir, berdasarkan data dari Crown Prosecution Service (CPS).

Laporan bernama The Modern Slavery Report oleh CPS memperlihatkan bahwa terdapat sekitar 5.145 korban potensial yang dilaporkan kepada pihak berwenang pada tahun lalu, yang meningkat 35 persen dari setahun sebelumnya.

CPS memperingatkan bahwa geng obat-obatan terlarang mengeskploitasi “orang-orang rentan, seringkali anak-anak, untuk menjual obat-obatan ke seluruh negeri.”

Salah satu kasus besar perbudakan modern yaitu sebuah geng narkoba yang memperdagangkan perempuan Vietnam untuk bekerja di salon kuku dan sebuah keluarga Slovakia yang memaksa orang miskin dengan isu mental untuk melakukan pekerjaan kasar dan hidup dalam kondisi buruk.

Kasus lainnya adalah sebuah geng narkoba yang kedapatan memenjarakan seorang remaja dan memaksanya untuk menjadi kurir narkoba.

Polisi Inggris telah memperingatkan bahwa terdapat lebih banyak lagi kasus perbudakan modern yang “bekerja di salon kuku di seluruh kawasan Inggirs”.

Pada bulan Mei lalu, anggota parlemen Inggris mengakui bahwa kejahatan perbudakan modern tidak dimengerti oleh pemerintah dan mereka tidak tahu apakah tindakan pencegahan telah menghasilkan dampak positif.

“Perbudakan modern menyebabkan pengaruh buruk dan berjangka waktu lama kepada korban. Masyarakat kami tidak menerima pihak yang memperbudak orang lain, apakah itu untuk pekerjaan, seksual, atau eksploitasi kriminal,” kata  said Direktur Penuntutan Publik, Alison Saunders. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*