qatar airwaysManchester, LiputanIslam.com — Pesawat penumpang Qatar Airways mendarat di bandara Manchester, Selasa (5/8) di bawah kawalan pesawat tempur Inggris. Hal ini terjadi karena adanya laporan palsu tentang keberadaan benda berbahaya di dalam pesawat yang ternyata dikirim oleh seorang penumpang.

Pesawat dengan nomor penerbangan QR23 yang berangkat dari Doha itu mendarat di Manchester dengan dikawal pesawat tempur RAF Typhoon. Polisi kemudian masuk ke  dalam pesawat dan menangkap seorang laki-laki berumur 47 tahun. Selama proses pendaratan itu semua pendaratan dan penerbangan di bandara Manchester ditutup selama 25 menit.

Sebagaimana laporan BBC, pesawat yang terlibat insiden tersebut berjenis Airbus A330-30, dengan  269 penumpang dan 13 awak pesawat.

AU Inggris (RAF) menyebutkan pesawat tempur Typhoon lepas landas dari pangkalan RAF Coningsby di Lincolnshire, sebagai tindakan “quick reaction alert role” setelah menerima laporan permintaan bantuan yang dikirim pilot Qatar Airways.

Pejabat kepolisian Manchester mengatakan, penumpang yang ditangkap berasal dari wilayah North West, Manchester. Yang bersangkutan pun ditahan untuk menjalani pemeriksaan.

“Ketika pengawalan (pesawat Typhoon) itu terjadi, kondisinya sangat menakutkan,” kata
Josh Hartley, salah seorang penumpang.

Penumpang lainnya, Matthew Cox mengatakan kepada BBC bahwa polisi bersenjata memasuki pesawat dan menemukan orang yang dicari, menggeledahnya, dan kemudian membawanya keluar pesawat.

“Ia tampak tidak berbeda dengan penumpang lainnya. Tidak ada yang aneh dengannya,” kata Cox.

“Awak pesawat mendapatkan ancaman tentang benda berbahaya di dalam pesawat, segera melakukan langkah pengamanan dengan memberikan peringatan kepada otoritas Inggris,” kata jubir Qatar Airways tentang insiden itu.

Belum ada keterangan rinci tentang pelaku laporan palsu tersebut serta motif yang mendasari tindakan cerobohnya itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL