Foto: vivanews

Foto: vivanews

Jakarta, LiputanIslam.com – Ditengah kondisi sebagian besar masyarakat Indonesia yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok, motor sport Yamaha R25 dipasarkan yang laris manis bak kacang goreng. Hanya dalam 30 menit setelah masa indent dibuka, 500 unit motor yang disiapkan Yamaha langsung habis. Yamaha mulai membuka inden online motor YZF-R25 mulai pukul 00.00 WIB tanggal 22 Mei 2014 dengan masa inden selama 25 jam.

“Tanggal 22 Mei dini hari, pada 30 Menit pertama dari mulai pembukaan pukul 00.00 sampai dengan kira-kiran pukul 00.30, langsung masuk kurang lebih 700 konsumen yang mendaftar di website kami www.IWantYamahaR25.com,” ujar GM Marketing Communication & Community Development Yamaha Indonesia Eko Prabowo kepada Detik.com (22/5/2014).

Tidak jauh berbeda dengan program mobil murah Jakarta, yang dibanderol dengan harga sebesar 80-an Juta, sejak peluncurannya beberapa waktu lalu, sudah 17.557 unit mobil murah terjual dan sekarang ditambah lagi 7.000 unit pesanan yang datang dari wilayah Jakarta saja, seperti dilansir Tribunnews.com.

Komisaris Utama Indomobil, Soebronto Laras, menyatakan, semahal dan secanggih apapun teknologi mobil pasti ludes terjual di Indonesia. Produsen mobil mewah tak perlu khawatir produknya tidak laris di Indonesia karena golongan masyarakat kelas atas makin antusias terhadap produk-produk mobil premium terbaru. Tak heran jika transaksi penjualan kendaraan kelas atas meningkat setiap tahun.

Bahkan beberapa hari yang lalu, sebanyak 100 tas koleksi brand Victoria Beckham seharga 10-25 juta rupiah langsung ludes dibeli para sosialita yang menghadiri launching brand tersebut di Plaza Indonesia, Selasa, 13 Mei 2014.

Masih banyak masyarakat miskin di negara kita, tapi produk-produk mahal senilai puluhan hingga ratusan juta rupiah tetap sangat digemari dan selalu laris manis. Showroom-showroom mobil tak pernah sepi pembeli. Apalagi dealer motor, menjual motor sudah seperti menjual kacang. Ruko-ruko, apartemen, perumahan elit yang super mahal tak pernah khawatir tak terjual, bahkan harus indent terlebih dahulu.

Fakta diatas merupakan bukti bahwa tingkat kesenjangan ekonomi masyarakat Indonesia semakin meningkat. Bank Indonesia (BI) mencatat Gini Rasio [angka tingkat kesenjangan ekonomi ] pada 2013 lebih tinggi dibandingkan tahun 2012 yaitu mencapai 0,41%. Indonesia pernah memiliki angka gini rasio terendah di level 0,35% pada 2008.

Dikutip dari Liputan6.com, solusi yang ditawarkan Bank Indonesia, pihaknya akan aktif dalam pengembangan klaster di daerah melalui dukungan penguatan kelembagaan, peningkatan kompetensi petani/peternak, serta hubungan pada pembiayaan perbankan.

“Pengembangan klaster diarahkan pada komooditas pangan yang berkontribusi dalam pembentukan harga di daerah dan komoditas yang dapat memberikan nilai tambah bagi pendapatan masyarakat,” ungkap Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter BI, Doddy Zulverdi, di Gedung Bank Indonesia. (ba/LiputanIslam.com)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL