pt-semen-indonesia-_130218085022-464Jakarta, LiputanIslam.com–Berita tentang perusahaan asing mengakuisisi atau membeli perusahaan dalam negeri, sudah biasa. Yang menarik tentu saja ketika perusahaan nasional kita berhasil mengakuisisi perusahaan-perusahaan di luar negeri.

Saat ini PT Semen Indonesia sedang dalam proses akuisisi pabrik-pabrik semen di beberapa negara tetangga, yaitu Myanmar, Vietnam, dan Bangladesh dalam rangka memperluas pasarnya di ASEAN. Proses akuisisi ditargetkan sudah bisa terealisasi akhir tahun ini.

Menurut Manager Umum Penjualan PT Semen Indonesia, Bambang Djoko Sulistyo,  pabrik semen Myanmar mempunyai prospektif di masa mendatang. Dalam kurun 50 tahun ke depan, Myanmar akan beralih rupa menjadi “naga” perekonomian ASEAN. “Kami memandang prospektif 50 tahun ke depan di Myanmar. Seperti halnya Vietnam, siapa yang bisa mengira pertumbuhannya bisa seperti sekarang ini,” ujarnya.

PT Semen Indonesia juga sedang melakukan pendekatan dengan pabrik semen lokal Bangladesh yang berkapasitas 600.000 ton hingga 1 juta ton per tahun. Bila tak ada aral melintang, SMGR menargetkan proses akuisisi terlaksana pada akhir 2014 atau awal 2015 mendatang. Demikian disampaikan Direktur Utama SMGR, Dwi Soetjipto (26/5/2014).

Mengenai harga, Dwi memastikan tidak semahal ketika PT Semen Indonesia mengakuisisi pabrik semen di Vietnam. Pabrik semen Vietnam, Thang Long Cement telah diakusisi PT Semen Indonesia pada 14 November 2012. Melalui akuisisi ini, PT Semen Indonesia memiliki 70% saham Thang Long Cement. Nilai transaksinya berkisar US$157 juta.

PT Semen Indonesia bermula dari pabrik semen Gresik yang diresmikan pada tanggal 7 Agustus 1957 oleh Presiden RI pertama, Sukarno. Selanjutnya terjadi perubahan komposisi perusahaan dan pemegang saham. Namun terakhir, saham PT Semen Indonesia  dikuasai oleh pemerintah sebesar 51,0% dan publik 48,9%. (dw/dari berbagai sumber)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL