ka'bahJakarta, LiputanIslam.com–Indonesia akan dijadikan pilot project bagi penerapan sistem e-Hajj oleh pemerintah Arab Saudi. Hal ini disampaikan kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen PHI, Ahda Barori, di Jakarta, Selasa (2/12). E-Hajj adalah sistem informasi haji dan umrah yang terintegrasi dengan sejumlah negara lain.

Pemerintah Saudi Arabia dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi tentang pemberlakukan e-Hajj kepada pihak otoritas penyelenggara haji Indonesia, sekaligus pula mengintegrasikan sistem teknologi informasi dan komunikasi (ICT) yang ada di Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU).

Sementara itu, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis menyatakan bahwa Pemerintah Saudi Arabia sangat yakin Indonesia mampu melaksanakan kegiatan proyek percontohan yang dirancang sebagai pengujian dalam penyelenggaraan haji pada 2015, khususnya dalam penggunaan e-Hajj.

Penerapan e-Hajj oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi merupakan terobosan baru penyelenggaraan haji dan umrah. Saudi ingin pada 2015, teknologi yang dapat terintegrasi dengan berbagai negara itu sudah dapat diaplikasikan. Pada 2015, Siskohat dan e-Hajj sudah harus dapat terintegrasi. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, pihaknya akan mengerahkan “jago” IT untuk menyatukan Siskohat dengan e-Hajj, sehingga asas transparansi dalam penyelenggaraan ibadah haji ke depan semakin berkualitas.

“Penggunaan e-Hajj dengan dukungan ITC sangat menentukan kualitas penyelenggaraan haji ke depan,” tambah Sri Ilham.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Ditjen PHU Ahda Barori mengatakan, pihaknya sudah harus bergerak cepat melakukan pembenahan ke dalam. Proses pembuatan paspor jamaah harus dipercepat. Sebab, saat pelunasan, proses pembuatan paspor haji dan dokumen kesehatan jamaah juga sudah harus selesai.

“Untuk mendukung ke arah itu, perlu dilakukan penyederhanaan pendaftaran. Mata rantai yang dirasakan panjang harus dipangkas,” kata Ahda tanpa menyebut bagian mana saja yang dirasakan selama ini jadi hambatan.

Yang jelas, sekarang jamaah untuk mendaftar cukup datang ke bank, setor uang dan setelah itu datang ke kantor Kemenag terdekat untuk segera diambil foto dan sidik jarinya. “Proses pembuaan dokumen haji harus cepat, termasuk untuk layanan kesehatan,” Ahda menambahkan.(fa/kemenag.go.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL