iran tankerNew Delhi, LiputanIslam.com — Menyusul telah dicabutnya sebagian sanksi oleh negara-negara barat terhadap Iran, pemerintah India menyatakan kesiapannya untuk melunasi pembayaran minyak yang terganjal akibat sanksi ekonomi barat terhadap Iran senilai $1,5 miliar, atau lebih dari Rp 15 triliun.

“Kami siap untuk melakukan pembayaran secepat mungkin sesuai mekanisme perbankan bekerja,” kata Menteri Energi dan Perminyakan India Vivek Rae sebagaimana dikutip Reuters, hari Selasa (25/2).

Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, AS, Inggris, Perancis, Rusia dan China plus Jerman (sering disebut sebagai Sextet) menandatangani kesepakatan Jenewa pada tanggal 24 November 2013. Kedua belah pihak mulai melaksanakan perjanjian pada tanggal 20 Januari dan bertujuan untuk melanjutkan negosiasi untuk mencapai kesepakatan komprehensif akhir.

Berdasarkan perjanjian Jenewa , Sextet setuju untuk mencabut sebagian sanksi terhadap Iran dengan imbalan Iran setuju untuk membatasi aspek-aspek tertentu dari kegiatan nuklirnya selama periode enam bulan. Juga disepakati bahwa tidak ada sanksi baru yang berhubungan dengan nuklir akan dikenakan pada Iran dalam rentang waktu yang sama.

Pencabutan sanksi tersebut termasuk akses bagi pencairan hasil penjualan minyak Iran yang dibekukan di perbankan internasional senilai $4,2 miliar yang harus dicairkan sampai bulan Juli nanti.

New Delhi telah meningkatkan secara signifikan impor minyaknya dari Iran menyusul pencabutan sanksi terhadap Iran tersebut. India adalah salah importir utama energi dunia dan bergantung pada Republik Islam untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan energinya.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL