india pakistan troopNew Delhi, LiputanIslam.com — India dan Pakistan saling mengancam menyusul terjadinya tembak-menembak di perbatasan kedua negara di wilayah Kashmir beberapa hari terakhir. Setidaknya 19 orang tewas akibat tembak-menembak pasukan kedua negara.

Menhan Pakistan Khawaja Asif mengatakan bahwa negaranya akan “merespon dengan keras tindakan agresi India” meski juga menyebutkan negaranya tidak menginginkan konfrontasi.

Sebelumnya Menhan India Arun Jaitley telah mengingatkan Pakistan bahwa negara itu akan membayar “harga yang tidak tertanggungkan” atas sikap “adventurisme” negara itu. Demikian laporan BBC News, Jumat (10/10).

Kedua negara saling menuduh lawannya sebagai pihak pertama yang memulai pertikaian yang bermula seminggu yang lalu.

Meski kedua negara telah terliabat perang terbuka 2 kali karena masalah perbatasan, insiden terakhir ini termasuk yang paling berat dalam satu dekade ini. Demikian BBC melaporkan.

Dilaporkan sebanyak 19 warga sipil tewas di masing-masing negara, 11 di pihak Pakistan dan 8 India. Selain itu ratusan orang telah meninggalkan rumah-rumah mereka di sekitar perbatasan untuk menghindari menjadi korban.

“Kami tidak ingin situasi di perbatsan 2 negara nuklir yang bertetangga ini, memburuk menjadi konfrontasi. Untuk itu India harus menahan diri dan bertindak sesuai tanggungjawabnya,” kata Menhan Pakistan.

Kedua negara terikat dengan perjanjian gencatan senjata tahun 2003, namun masing-masing sering saling menuduh sebagai pelanggar perjanjiana itu.

Menyusul tembak-menembak hari Rabu (8/10) malam yang mengakibatkan 3 tentara dan 5 warga sipil India terluka, Menhan India mengatakan:

“Jika Pakistan terus menerus bersikap adventurisme, pasukan kami akan membuat harga adventurisme ini tidak bisa ditanggung. Pakistan harus menghentikan tembakan dan pemboman jika menghendaki perdamaian di perbatasan.”

Jaitley menuduh tindakan Pakistan tersebut untuk melindungi kelompok-kelompok militan yang berbasis di Pakistan untuk melakukan penyusupan ke India. Namun ia tidak menyebutkan lebih detil tentang panyebab awal terjadinya tembak-menembak tersebut.

Di sisi lain komandan pasukan perbatasan Pakistan, Mayjend Khan Javed Khan, mengatakan kepada BBC bahwa tembakan-tembakan yang dilakukan India merupakan yang paling intensif selama beberapa dekade terakhir.

Ia menyebutkan, India telah menembakkan 20.000 tembakan meriam tahun ini, 10 kali lipat tembakan yang dilakukan India tahun 2012.

Insiden ini terjadi hanya beberapa bulan setelah PM Pakistan Nawaz Sharif menghadiri pelantikan PM India Narendra Modi. Hal ini menjadi peristiwa pertama pemimpin pemerintahan Pakistan menghadiri pelantikan perdana menteri India.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL