kashmir troopNew Delhi, LiputanIslam.com — Militer India menyatakan permintaan ma’af atas penembakan 2 warga Kashmir, Sabtu (8/11). Ini merupakan langkah yang tidak biasa dilakukan otoritas India selama ini terkait dengan konflik Kashmir.

Militer India mengakui telah melakukan kesalahan dengan menembak sebuah mobil yang menewaskan dua remaja di luar kota Srinagar, hari Senin (3/11). BBC menyebut langkah tersebut sebagai sesuatu yang jarang dilakukan, apalagi dengan cara yang cepat dan lugas.

Seorang pejabat senior militer di wilayah Jammu secara khusus terbang ke Srinagar untuk menyampaikan permintaan ma’af melalui media massa, tidak lama setelah dilakukannya penguburan kedua korban penembakan, Jumat (8/11).

“Kami bertanggungjawab atas kematian kedua ramaja itu di Kashmir,” kata Panglima Komando Utara AB India Jendral DS Hooda kepada wartawan di Srinagar.

“Kami mengakui kesalahan telah dibuat. Ada beberapa informasi tentang sebuah mobil putih dengan teroris ei dalamnya. Tentu, dalam hal ini telah terjadi kesalahan identifikasi,” kata Jendral Hooda.

Jendral Hooda pun berjanji akan menggelar penyelidikan yang “transparan dan berdasar standar tertinggi”.

Media-media lokal melaporkan tentang kemarahan warga setempat akibat penembakan itu. Hindustan Times menyebut permintaan ma’af itu adalah upaya meredam kemarahan warga.

Menurut media itu, mobil yang ditumpangi kedua remaja itu ditembaki secara membabi buta hingga ditemukan 32 lubang peluru di mobil itu. Seorang pejabat militer senior mengatakan bahwa seharusnya tidak ada tembakan senapan otomatis jika tidak ada ancaman keamanan yang nyata.

Keluarga kedua korban penembakan itu telah menolak tawaran kompensasi sebesar satu juta rupees atau sekitar Rp 180 juta.

“Darah anak kami tidak murah yang bisa saya barterkan. Saya menolak kompensasi ini,” kata Mohammad Yousuf Bhat, salah seorang ayah dari kedua korban.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL