New Delhi, LiputanIslam.com—Menteri Luar Negeri India, Sushma Swaraj, menyatakan bahwa New Delhi akan menjaga jalur perdagangan dengan Iran dan tidak akan menuruti sanksi yang dijatuhkan AS terhadap Republik Islam itu.

Berbicara dalam konferensi pers pada Senin (28/5/18), Swaraj menegaskan bahwa posisi negaranya “independen” atas negara lain dan tidak akan mengeluarkan kebijakan luar negeri “di bawah tekanan.”

“India hanya menuruti sanksi PBB dan bukan sanksi satu pihak dari negara manapun,” tuturnya ketika ditanya tentang sikap New Delhi atas keputusan AS keluar dari perjanjian nuklir 2015 dan kembali menjatuhkan sanksi kepada Tehran.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada 8 Mei bahwa Washington keluar dari perjanjian nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang dibuat antara Iran dan 5 negara anggota permanen di DK PBB – AS, Inggris, Prancis, Rusia, dan Cina – ditambah Jerman.

Trump juga mengatakan akan kembali menjatuhkan sanksi ekonomi “level tertinggi” kepada Republi Islam itu.

Sementara itu, Iran dan India menikmati hubungan erat dalam sektor politik dan ekonomi. Tehran adalah salah satu penyuplai minyak terbesar New Delhi.

Menlu Swaraj telah dijadwalkan bertemu dengan menlu Iran Mohammad Javad Zarif sebagai bagian dari konsultasi internasional untuk mendiskuskan kerjasama mutual dengan negara-negara dunia pasca keluarnya AS dari JCPOA. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*