india2New Delhi, LiputanIslam.com — India mengajukan tuntutan hukum terhadap 3 diplomat Israel atas perlakukan kasar mereka terhadap aparat imigrasi India saat meninggalkan Bandara New Delhi, hari Sabtu (5/4).

Media-media massa India melaporkan bahwa ketiga diplomat Israel tersebut mengeluarkan kata-kata hinaan serta penganiayaan terhadap petugas imigrasi bandara yang melayani mereka.

“Mereka terus-menerus menyelisihi para pegawai imigrasi yang melayani mereka. Setelah dokumen mereka selesai diperiksa, mereka melakukan serangan verbal terhadap petugas, dan ketika petugas itu protes, mereka pun memukulinya,” kata Wakil Komisaris Polisi Bandara M I Haider kepada media.

Polisi tidak menahan mereka karena mereka memiliki kekebalan diplomatik. Untuk kasus ini diserahkan kepada Kemenlu India sebelum dilakukan langkah hukum selanjutnya.

New Delhi telah berulangkali mengajukan protes atas aksi pelecehan yang dilakukan para diplomat Amerika dan Israel terhadap masyarakat India. Minggu lalu di bandara yang sama seorang perwira polisi New York, Amerika, ditangkap setelah diketahui membawa peluru di dalam tasnya.

Beberapa politisi Amerika menuduh India telah melakukan aksi balas dendam atas penangkapan yang dilakukan polisi Amerika terhadap seorang diplomat wanita India di New York tahun lalu yang sempat membuat hubungan diplomatik kedua negara memanas.

Pada Desember 2013, Devyani Khobragade, deputi konsul jendral India di New York, ditangkap dan diperlakukan tidak senonoh oleh polisi setempat setelah dituduh melakukan pelanggaran visa. Marah oleh aksi tersebut India pun membalas dengan membongkar barikade yang melindungi kantor kedubes Amerika di New Delhi serta manarik semua kartu identitas diplomatik kepada para diplomat Amerika di India.(ca/press tv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*