korban kapal imigranGenewa, LiputanIslam.com — Jumlah imigran gelap yang tewas akibat kecelakaan di Laut Tengah selama tahun 2015 ini bisa mencapai angka 30.000 jiwa. Demikian pernyataan organisasi pengawas migrasi internasional IOM.

Angka itu adalah 10 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Organisasi di bawah PBB itu percaya jumlah yang tewas tenggelam dalam kecelakaan kapal pengangkut imigran hari Minggu (19/4) bisa mencapai 800 jiwa, menjadikannya musibah terbesar yang dialami imigran di Laut Tengah selama ini.

“Angka kematian tahun ini (Januari-April) sejauh ini lebih besar dari 30 kali jumlah kematian tahun lalu, ketika hanya 56 kematian imigran dilaporkan di Laut Tengah,” kata Jubir IOM Joel Millman kepada reporter di Genewa, Selasa (21/4), seperti dilansir BBC News.

“IOM kini mengkhawatirkan angka kematian tahun 2014 sebesar 3.279 tahun ini akan dilampaui dalam hitungan minggu, dan pada akhir tahun angkanya bisa mencapai 30.000, atau bahkan lebih besar lagi,” tambahnya.

Sampai saat ini jumlah kematian akibat kecelakaan kapal pengangkut imigran tahun ini telah mencapai 1.700 jiwa.

Sementara itu polisi kini mengawal ketat para korban yang selamat dalam musibah tersebut di Mineo Migrant Centre. Mereka adalah saksi mata penting dalam penyelidikan yang kini dilancarkan pemerintah Italia. Para wartawan bahkan dilarang mendekati mereka.

Kapten kapal asal Tunisia dan istrinya asal Suriah yang menjadi awak kapal, telah ditangkap dan kini menjalani penyidikan intensif.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL