trump2New York, LiputanIslam.com–Muslim AS menggelar unjuk rasa di New York setelah tragedi pembunuhan imam masjid dan rekannya, Sabtu (13/8/16). Donald Trump menjadi sasaran kemarahan karena dianggap menyebarkan Islamophobia di AS.

Pada kejadian pembunuhan itu, sang Imam, Alala Uddin Akongi, bersama rekannya, Thara Uddin, sedang berjalan sepulang dari sholat dzuhur di distrik Queens ketika seorang pria tiba-tiba menembaki keduanya di kepala.

Imam Alala Uddin Akongi yang datang dari Bangladesh sejak dua tahun lalu itu meninggal dunia di tempat. Sedangkan rekannya sempat dirawat di rumah sakit namun akhirnya meninggal dunia.

Polisi yang masih melakukan pencarian terhadap si penembak menyatakan tidak ada bukti keduanya terbunuh karena alasan agama.

Setelah kejadian tersebut, Muslim AS melakukan demonstrasi menyalahkan Donald Trump, calon presiden AS dari Partai Republik yang dianggap telah menyebarkan kebencian terhadap umat Muslim lewat pernyatannya beberapa waktu lalu dan menyebabkan peristiwa pembunuhan ini.

“Ini adalah kesalahan Donald Trump,”

“Muslim menolak kejahatan.”

“Ini bukanlah Amerika.”

Demikian di antara komentar para demonstrans.

Khairul Islam (33), seorang penduduk lokal berkata kepada the Daily News, “Kami menyalahkan Donald Trump atas kejadian ini. Trump dan drama yang dibuatnya telah mengakibatkan Islamophobia.”

“Untuk para pemimpin seperti Trump, Mr. Giuliani, dan anggota institusi lain yang ingin membuat Islam dan Muslim sebagai musuh, inilah hasil dari kejahatan mereka,” kata seorang Imam dalam demonstrasi tersebut.

Trump sejak lama telah menyatakan penolakannya terhadap Muslim dan berencana akan menutup semua masjid di AS jika ia menjadi presiden. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL