masjid kashgarKashgar, LiputanIslam.com — Imam masjid raya Kashgar yang merupakan masjid terbesar di Cina, tewas akibat serangan yang diduga sebagai pembunuhan terencana.

Kantor berita BBC, Kamis (31/7) petang, melaporkan bahwa Imam Jume Tahir (74 tahun) ditikam seusai memimpin sholat subuh di Masjid Id Kah, Rabu (30/7).

Pembunuhan itu terjadi hanya 2 hari setelah terjadi bentrokan berdarah antara warga dengan polisi di kota Yarkant, di provinsi yang sama, Xinjiang. Dalam bentrokan itu belasan warga dilaporkan tewas atau terluka.

Pembunuhan atas Imam Jume Tahir masih belum diketahui. Namun BBC melaporkan bahwa Imam Jume adalah pendukung setia kebijakan pemerintah Cina di Xinjiang, provinsi di Cina yang penduduknya adalah etnis muslim Uighur.

Pemakaman Imam June dilangsungkan hari itu juga di bawah pengawalan ketat aparat keamanan. Segera setelah serangan, polisi menutup seluruh jalan yang menghubungkan ke luar kota. Polisi juga memblokir jaringan jaringan internet dan komunikasi ke luar wilayah Kashgar.

Imam Tahir ditunjukan sebagai Imam masjid yang telah berusia 600 tahun dan merupakan masjid terbesar di Cina, oleh pemerintah Cina. Sebagian penduduk menyebut sang Imam tidak populer di kalangan warga Uighur, menganggapnya figur munafik yang memuji-muji komunisme di dalam masjid. Demikian laporan BBC.

Sebelumnya pada hari Senin (28/7) sekelompok warga bersenjata tajam menyerang sebuah pos polisi dan kantor-kantor pemerintah, memicu terjadinya bentrokan sektarian antara etnis Uighur dan Han hingga menewaskan beberapa orang warga. Demikian laporan kantor berita Xinhua.

Laporan tersebut dibantah para aktifis yang menyebutkan kerusuhan terjadi ketika warga lokal Uighur memprotes tindakan pemerintah yang melarang warga melakukan ibadah puasa Ramadhan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL