Sumber: quipper.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof KH Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa para ilmuwan dan tokoh agama harus mampu memberikan pencerahan bagi masyarakat. Para ilmuwan dan ulama terdahulu karya-karyanya memberikan sumbangsih besar terhadap kemanusiaan.

“Yang kita harapkan, bagaimana ilmuwan dan agamawan itu menjadi sang pencerah, ilmuwan (dan agamawan) jangan menjadi provokator,” ucapnya usai pembukaan International Conference on Interfaith and Sprituality di Ballroom Plaza Sinarmas, Jakarta, pada Minggu (23/6).

Menurutnya, ilmuwan dan ulama yang sejati selalu merujuk pada refeensi yang aktual. Mereka menyampaikan kebenaran dan pencerahan. “Kalau kita melihat misi keilmuan untuk mewujudkan kebenaran, misi tokoh agama (agamawan) untuk mewujudkan kebaikan martabat kemanusiaan, jadi jangan melakukan sebaiknya,” katanya.

Nasaruddin mengingatkan agar tidak menjadi orang yang egois. Tidak perlu resah karena perbedaan warna, profesi, kewarganeraan, dan etnik. Jika kita kembali ke hati nurani, maka tidak akan ada lagi perbedaan warna. Semuanya menjadi satu.

Baca: Tasyakuran Harlah ke-60, KH Nasaruddin Umar Luncurkan 20 Buku

Sementara jika masih ada orang yang menyalahkan orang lain, sementara menganggap yang benar hanya dirinya, maka hendaknya ia melakukan introspeksi diri. “Orang arif itu tidak mencari kambing hitam, dia diam-diam menyelesaikan persoalan tanpa menepuk dada, ini yang kita harapkan, bagaimana ilmuwan (dan agamawan) itu menjadi sang pencerah,” terangnya. (aw/republika).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*