tumbukan meteroidCanberra, LiputanIslam.com — Para ilmuwan Australia menemukan area bekas tumbukan meteroid raksasa yang diduga terjadi 300 juta tahun yang lalu. Mereka menyebutnya sebagai tumbukan meteorid terbesar yang pernah ditemukan.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Selasa (24/3), area tumbukan tersebut berukuran lebar 400 km dan terbagi dalam 2 bagian. Menurut para ahli, meteroid tersebut terpecah dua sebelum menabrak bumi dengan masing-masing meteroid diperkirakan berukuran lebih dari 10 km.

Area tumbukan tersebut telah tertutup tanah dan tumbuh-tumbuhan, terletak di wilayah Warburton Basin, namun para ahli berhasil menemukan bekas tumbukan tersebut dengan menggunakan model geofisika, kata Dr Andrew Glikson, ketua tim peneliti dari Australia National University (ANU).

“(Tumbukan) itu menutupi banyak spesies mahluk hidup di planet ini saat itu,” tambah Dr Glikson.

Namun hingga saat ini tim ANU, yang mengumumkan penemuan tersebut di jurnal ‘Tectonophysics’ belum bisa menemukan kaitan tumbukan tersebut dengan mahluk-mahluk hidup yang punah.

“Ini adalah sebuah misteri. Kami tidak menemukan bukti-bukti kepunahan yang cocok dengan peristwia ini. Saya perkirakan tumbukannya terjadi lebih dari 300 juta tahun yang lalu,” kata Glikson lagi.

Sebelumnya para ahli meyakini sebuah tumbukan meteroid 66 juta tahun yang lalu menjadi penyebab kepunahan dinosaurus.

Penemuan bekas tumbukan meteroid itu terjadi karena ketidak sengajaan, yaitu ketika para ahli melakukan pengeboran sedalam 2 km bagi penelitian geoghermal. Mereka menemukan batuan yang berubah menjadi kristal yang sesuai dengan dampak tumbukan meteroid raksasa.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*