iklan anti-semitParis, LiputanIslam.com — Sebuah iklan “anti-semit” memicu kehebohan di Perancis, memaksa perusahaan pemasang iklannya meminta ma’af kepada publik dan kelompok-kelompok anti-diskriminasi mengambil langkah hukum.

Seperti dilansir BBC News, Selasa (3/2), iklan tersebut dimuat di situs pencari kerja Graphic-Jobs.com hari Senin (2/2). Pemasang iklan itu adalah perusahaan disain grafis NSL Studio yang berbasis di Paris. Dalam iklan tersebut tercantum kalimat “jika mungkin bukan yahudi”.

Iklan tersebut telah dicabut dan NSL Studio telah menyatakan permintaan ma’af, namun buntutnya masih belum berakhir. Kelompok anti-diskriminasi SOS Racisme mengatakan akan melakukan langkah hukum atas insiden ini.

Dalam sebuah penjelasan yang dimuat di situs berita Perancis Les Inrocks NSL menyebutkan alasan pencantuman kalimat kontroversial itu. Disebutkan bahwa jam kerja di perusahaan itu sangat sibuk dan tidak mungkin terganggu oleh aktifitas “budaya” dan “agama”. Namun dalam penjelasan lain perusahaan itu mengklaim iklannya telah mengalami serangan siber.

Selanjutnya dalam pernyataan yang dicantumkan di situs resminya NSL Studio mengklaim telah “menjauhkan diri secara keseluruhan dari tindakan-tindakan dan pernyataan-pernyataan rasisme dan anti-semitisme”. Selanjutnya perusahaan itu menyatakan akan melakukan tindakan administratif jika kesalahan itu berasal dari dalam NSL Studio.

Sementara itu Graphic-Jobs.com menyatakan “penyesalan mendalam” atas iklan itu dan menyebutkan iklan itu bertentangan dengan nilai-nilai perusahaan.

Iklan kontroversial menjadi perhatian publik setelah menjadi laporan majalah L’Express.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL