fuui-antisyiah-2_20140420_165947Bandung, LiputanIslam.com — Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (Ijabi) Jawa Barat melaporkan inisiator “Deklarasi Aliansi Nasional Anti Syiah” ke Polda Jabar. Hal ini dikarenakan dapat memicu terjadinya konflik.

“Kita sudah laporkan ke Polda, karena kata ‘anti’ itu bisa menimbulkan konflik. Ini tidak sesuai dengan budaya Jawa Barat yang silih asah silih asih dan silih asuh,” kata Ketua Ijabi Jabar Hesti Raharja di Cijagra, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Ahad (20/4).

Menurutnya perbedaan Syiah dan Sunni hanya perbedaan pendapat antara kelompok satu dengan yang lain. “Kita menghargai kebebasan berpendapat. Tapi saya berharap semua pihak mengedepankan kedamaian,” kata Hesti.

Dia mengatakan, perbedaan yang ada harusnya disikapi dengan rasa toleransi yang tinggi. Menurutnya, fiqih yang dianut satu kelompok tidak bisa digunakan untuk menghakimi kelompok lain. Dia mencontohkan, kata ‘aamiin’ dalam sholat ada yang mengatakan boleh dan ada yang mengatakan tidak.

“Yang pasti semua warga negara Indonesia berlandaskan Pancasila. Kalau perbedaan yang lain biar menjadi diskusi ilmiah,” ujarnya.(ca/republika.co.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL