LiputanIslam.com – Selama masa jabatan 4 tahun ini, 2015-2019, Indonesian Corruption Watch (ICW) mencatat ada 22 anggota DPR RI yang menjadi tersangka korupsi. Fraksi terbanyak berasal dari Partai Golkar, berjumlah 8 orang.

“Dari hasil penelusuran, kami menemukan di level DPR RI setidaknya ada 22 kasus korupsi yang dilakukan anggota DPR RI tahun jabatan 2014-2019. Semuanya sudah ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK,” ucap Almas Sjahrina, peneliti ICW, di sekretariat ICW Kalibata Timur Jakarta Selatan pada Minggu (7/4).

“Paling banyak berasal dari Partai Golkar 8, disusul Partai Demokrat dan PAN sama-sama berjumlah 3, kemudian PDIP 2 orang, Hanura 2 orang, NasDem 1 orang, PKB 1 orang, PKS 1 orang, PPP 1 orang,” tandasnya.

Menurutnya, jumlah tersebut sangat memperihatinkan. Apalagi Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan pun menjadi tersangka korupsi.

Di samping jumlah koruptor DPR tersebut, ICW pun mencatat ada 232 orang yang menjadi tersangka korupsi dari level DPRD seluruh Indonesia. Tentu ini sangat miris sebagai anggota dewan yang seharusnya mewakili rakyat.

Di sisi lain, seorang Direktur Indonesian Budget Center, Roy Salam, juga mengatakan bahwa kinerja DPR pun selama ini kurang sehingga masyarakat kurang mendapatkan informasi mengenai integritas para wakil rakyat. Sehingga tangga 17 April nanti adalah momentum untuk memilih wakil rakyat secara cerdas sehingga minim dari kasus korupsi seperti sebelumnya.

“Saya kira ini sayangnya publikasi terhadap kinerja anggota DPR sangat minim. Kemudian masyarakat dapat informasi minimalis terhadap reformasi parlemen yang punya integritas dan tidak korupsi. Tanggal 17 April nanti adalah momentum untuk memilih dengan cerdas. Memilih orang yang rajian sidang dan tidak korupsi,” kata Roy. (Ayu/Detik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*