jaksa agungJakarta, LiputanIslam.com–Hingga hari ini, Presiden Joko Widodo masih belum mengumumkan nama pemegang jabatan Jaksa Agung. Di antara nama yang beredar ada nama politisi dari Nasdem, yang memunculkan peringatan dari Indonesia Corruption Watch (ICW).

“Jokowi tidak boleh salah pilih Jaksa Agung mengingat pos jabatan tersebut sangat penting dan strategis dalam penegakan hukum. Jaksa Agung harus berinteritas, memiliki kapasitas, paham teknis hukum dan terbebas dari konflik kepentingan,” ujar Koordinator Badan Pekerja ICW, Ade Irawan, Senin (27/10/2014) seperti dikutip Detikcom.

ICW meminta Presiden Joko Widodo berhati-hati menentukan Jaksa Agung dan tidak memilih politisi untuk menempati posisi itu.

“Konflik kepentingan dengan partai akan sangat kentara. Ujung-ujungnya Kejaksaan berpotensi disabotase kepentingan politik. Penegakkan hukum yang objektif dan equal akan mustahil dicapai,” kata Ade.

“Jangan sampai jabatan Jaksa Agung menjadi posisi bagi-bagi jatah antar partai karena hal tersebut akan merusak korps Adhyaksa,” pungkasnya.

Sebelumnya, bekas deputi tim transisi yang terlibat dalam proses seleksi menteri, Andi Widjajanto, menyebut ada lima kandidat Jaksa Agung. Andi menyebut nama Hamid Awaluddin, Muhammad Yusuf, Mas Achmad Santosa, Jaksa Muda Pidana Khusus, Widyo Pramono dan Wakil Jaksa Agung, Andhi Nirwanto.

Andi mengatakan kelima calon tersebut merupakan nama yang digodok dalam proses seleksi pimpinan lembaga negara. Menurut dia, setelah menerima masukkan dari berbagai kalangan, Jokowi baru menentukan siapa diantara lima itu yang pantas menempati posisi Jaksa Agung.

Andi mengatakan pemilihan Jaksa Agung akan dilakukan secepatnya. “Targetnya waktu itu pekan ini karena kan perkara pengadilan harus terus berjalan,” kata Andi, seperti dikutip Tempo, (27/10). (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL