Gaza, LiputanIslam.com–Ketua organisasi HAM International Committee of the Red Cross (ICRC), Peter Maurer, menyuarakan kondisi kemanusiaan yang mengerikan di Gaza. Ia mengatakan, penduduk kawasan jajahan Israel ini dan juga seluruh populasi Palestina lainnya tengah bergulat dengan “krisis harapan.”

Dalam kunjungannya ke Gaza pada hari Kamis (8/9/17) lalu, Maurer menilai krisis harapan di Gaza adalah “kesan paling dalam” yang ia dapatkan di benaknya.

“Ketika kita sibuk berdebat tentang suatu keputusan, siapa yang membuatnya, dan untuk alasan apa, kondisi kemanusiaan rakyat Gaza [menjadi semakin] mengerikan dan tak dapat diterima,” katanya.

Menurut pantauannya, sekitar dua juta penduduk Jalur Gaza hanya mendapat akses listrik selama 3-4 jam perhari akibat blokade oleh pemerintah Israel. Suplai air dan medis juga telah dikurangi di sana.

Kunjungan Maurer ini diikuti dengan pertemuan dengan pemimpin gerakan pembebasan Palestina, Hamas, Yahya Sinwar, presiden pemerintah Palestina, Mahmoud Abbas, dan PM Israel Benjamin Netanyahu.

Sebagaimana diketahui publik dunia, Jalur Gaza telah berada di bawah blokade Israel selama bertahun-tahun lamanya, tepatnya sejak tahun 2007. Blokade ini menyebabkan menurunnya kualitas hidup penduduk dan meningginya kemiskinan dan pengangguran di sana.(ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL