bom cluster3Kiev, LiputanIslam.com — Organisasi pengawas HAM dunia Human Rights Watch (HRW) mengatakan bahwa pasukan Ukraina telah menggunakan bom cluster di wilayah berpenduduk di Donetsk.

Dalam pernyataan yang dirilis hari Senin (20/10), HRW menyebutkan bahwa pihaknya memiliki bukti bahwa bom-bom cluster telah digunakan di lebih dari 12 tempat baik di kawasan penduduk di kota maupun di wilayah pedesaan.

“Sementara tidak mungkin untuk memastikan secara secara konklusif pihak yang bertanggungjawab, namun bukti-bukti menunjukkan bahwa pasukan pemerintah Ukraina bertanggungjawab atas beberapa serangan bom cluster di kota Donetsk,” demikian laporan HRW sebagaimana dilaporkan oleh RIA Novosti.

Menurut HRW penggunaan bom cluster di kawasan pemukiman adalah bertentangan dengan hukum perang dan menyeret pelakunya sebagai penjahat perang.

Bom cluster dilarang di sebagian besar negera di dunia karena daya rusaknya yang tinggi dan tidak pandang bulu. Tercatat 114 negara menandatangani perjanjian anti bom cluster (Convention on Cluster Munitions (CCM) yang mulai berlaku tahun 2010.

“Adalah mengejutkan melihat senjata yang dilarang oleh banyak negara ini digunakan secara ekstensif di Ukraina timur,” kata Mark Hiznay, pengamat persenjataan senior di HRW.

“Pemerintah Ukraina harus segera membuat komitmen untuk tidak menggunakan bom cluster dan bergabung dengan CCM untuk melarangnya,” tambahnya.

Bom cluster adalah senjata peledak yang meledak di udara dan mencurahkan sejumlah besar bom-bom lebih kecil di wilayah yang luas.

HRW juga menyebut kemungkinan pemberontak juga menggunakan bom yang sama, dan mendesak Rusia untuk melarang penggunaan senjata ini.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL