pabrik kambojaPhnom Penh, LiputanIslam.com — Lembagan pengawas HAM internasional Human Right Watch (HRW) menuduh terjadinya praktik eksploitasi buruh di perusahaan-perusahaan pakaian di Kamboja yang memasok merek-merek fashion internasional.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Kamis (12/3), HRW mengklaim telah menemukan praktik-praktik eksploitasi dan pelanggaran buruh di pabrik-pabrik garmen yang menyuplai merek-merek terkenal seperti Marks & Spencer, Gap, H&M, Adidas hingga Armani.

Di antara praktik ilegal itu adalah tindakan diskriminasi dan pelarangan adanya organisasi buruh. Selain itu sistem kontrak jangka pendek juga marak ditemukan yang mengabaikan hak-hak buruh. HRW juga menemukan praktik-praktik lembur paksa dan tidak adanya pengecualian bagi buruh-buruh wanita yang tengah hamil.

“Perusahaan-perusahaan merek internasional ini harus memenuhi peraturan perburuhan dengan mengumumkan secara terbuka dan rutin nama-nama dan alamat pabrik-pabrik penyuplai mereka,” kata peneliti HRW Aruna Kashyap kepada BBC.

Laporan HRW tersebut mencakup 73 pabrik dengan melakukan wawancara dengan lebih dari 340 buruh. Marks & Spencer tidak pernah mempublikasikan pabrik-pabrik suplaier barang-barang dagangannya, namun HRW meyakini 13 dari pabrik yang diteliti itu adalah suplaier merek terkenal asal Inggris itu.

“Kami tidak pernah mendapatkan bukti-bukti atas tuduhan ini,” kata Jubir Marks & Spencer tentang laporan yang menyudutkan perusahaan itu.

“Jika HRW datang kepada kami dengan bukti-bukti, tentu saja kami akan menyelidikinya,” tambahnya.

Perusahaan itu berkeyakinan bahwa semua suplaiernya mengikuti standar etis yang ketat, termasuk menyediakan kondisi kerja yang baik, kebebasan berorganisasi, penghormatan pada pekerja, pembatasan lembur dan upah yang layak.

“Semua pabrik supplaier kami diaudit secara rutin oleh pihak ketiga, auditor independen dan dikunjungi oleh para menejer kami,” kata jubir itu lagi.

Mengenai pengumuman daftar suplaier tersebut, Mark & Spencer mengatakan akan melakukannya mulai tahun depan. Sementara itu Adidas dan H&M telah terlebih dahulu mengumumkan nama-nama perusahaan suplaier mereka. Keduanya, bersama Gap, telah mempelajari dengan serius masalah yang ditunjukkan dalam laporan itu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*