Tepi Barat, LiputanIslam.com—Badan HAM internasional, Human Rights Watch (HRW), mengecam penghancuran sekolah-sekolah Palestina oleh rezim Israel di kawasan pendudukan Tepi Barat. Tindakan itu disebut sebagai “kejahatan perang”.

“Israel telah berkali-kali menolak izin bagi warga Palestina untuk membangun sekolah di Tepi Barat dan [namun] menghancurkan sekolah di sana tanpa izin. Itu membuat ribuan anak-anak semakin kesulitan untuk mendapat pendidikan,” tulis organisasi berbasis di AS itu dalam sebuah pernyataan pada Rabu (24/4/18).

HRW menambahkan, setidaknya terdapat 44 sekolah Palestina yang beresiko dihancurkan sebagian atau seluruhnya karena rezim Israel menyebut sekolah-sekolah itu dibangun secara “ilegal”.

Menurut data yang mereka peroleh, militer Israel telah menghancurkan bangunan sekolah di kawasan setidaknya 16 kali sejak 2010. Dua belas di antaranya terjadi pada 2016.

HRW menambahkan, tindakan penghancuran ini konsisten dilakukan dengan tindakan lain,   temasuk penghancuran rumah dan penolakan menetapkan tempat bagi komunitas Palestina, atau memberikan mereka akses ke kebutuhan dasar seperti air dan listrik.

“Pejabat Israeli harus melihat bahwa penghancuran belasan sekolah Palestina tidak hanya akan menghalangi anak-anak mendapat pendidikan, namun itu bisa juga dianggap sebagai kejahatan internasional,” kata peneliri hak anak HRW, Bill Van Esveld.

“Sebagai bagian dari upaya mendukung sekolah Palestina, negara lain juga harus menuntut tindakan penghancuran sekolah ini dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.(ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL